Turki Desak Israel Hentikan Kekerasan Terhadap Palestina

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki menyebutkan bahwa kebijakan agresif Israel merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,18 Apr 2021,10:45 AM

Ankara, SPNA - Turki pada Jumat (16/04/2021) meminta Israel untuk menghentikan perilaku agresifnya terhadap Palestina dan menenkankan pentingnya menghormati bulan suci Ramadhan yang sedang berlangsung.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki menyebutkan bahwa kebijakan tersebut merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan.

"Mengkhawatirkan, bahwa kebijakan penindasan dan kekerasan Israel terhadap Palestina telah meningkat selama Ramadhan," katanya.

Lebih lanjut, pernyataan tersebut menambahkan bahwa otoritas Israel membatasi kebebasan beribadah warga Palestina dengan mencegah mereka mencapai Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan, dan  terus memperluas permukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki.

Israel juga mendorong serangan dan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina di wilayah tersebut dengan tidak mengambil upaya pencegahan apa pun terhadap insiden semacam itu, tambah pernyataan itu.

Dikatakan juga bahwa pemerintah Israel berusaha untuk mencegah pemilu Palestina di Yerusalem Timur dan menahan banyak orang Palestina dengan alasan sewenang-wenang guna mengganggu proses pemilihan di Tepi Barat.

Serangan udara Israel baru-baru ini di Gaza adalah contoh terbaru dari kebijakan agresifnya, kata kementerian itu.

Pada hari Kamis, tentara Israel mengklaim di Twitter bahwa mereka mencapai target milik kelompok perlawanan Palestina Hamas, yaitu sebuah pabrik amunisi dan terowongan yang digunakan untuk pengiriman senjata di Gaza.

Tidak ada korban yang dilaporkan dalam serangan itu, menurut reporter Anadolu Agency (AA) di lapangan.

Jalur Gaza yang berpenduduk padat telah berada di bawah blokade Mesir-Israel sejak 2007, ketika Hamas mengambil alih wilayah tersebut.

Blokade telah merusak kondisi kehidupan di daerah kantong pantai itu.

Lebih dari 2.000 warga Palestina tewas, kebanyakan dari mereka warga sipil, dan sekitar 11.000 lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap Jalur Gaza pada tahun 2014.

(T.RA/S: Daily Sabah)

leave a reply