Komite Narapidana Palestina: Israel Sengaja Abaikan Hak Tahanan

Pelanggaran ini terus dilakukan pihak administrasi penjara atas berbagai hak narapidana yang dijamin dalam konvensi dan perjanjian internasional, terkait hak untuk mendapatkan perawatan dan penanganan medis yang diperlukan.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,12 Jul 2021,12:22 PM

Yerusalem, SPNA - Komite Urusan Tahanan dan Mantan Narapidana Palestina, sebagaimana dilansir Palinfo, pada Minggu (11/07/2021), mengatakan bahwa praktik kelalaian medis terhadap narapidana Palestina adalah salah satu bentuk pelanggaran kantor administrasi penjara Israel yang disengaja.

Pelanggaran ini terus dilakukan pihak administrasi penjara atas berbagai hak narapidana yang dijamin dalam konvensi dan perjanjian internasional, terkait hak untuk mendapatkan perawatan dan penanganan medis yang diperlukan.

Dalam sebuah pernyataan, komite menyinggung berbagai kasus penyakit yang diderita para narapidana dalam tahanan Israel.

Komite menyinggung kasus tahanan Nidal Zallum (57 tahun), dari Ramallah, yang berada di Penjara Eshel, ia mengeluh keterlambatan di klinik yang dilakukan administrasi penjara dalam memberikan perawatan yang diperlukan dan keterlambatan dalam diagnosis kondisi kesehatannya. Ia menderita tekanan darah tinggi, diabetes, dan pusing yang terus-menerus.

Zallum merupakan salah satu narapidana yang berusia tua yang sudah menghabiskan masa tahanan kurang lebih 32 tahun di penjara Israel dan divonis penjara seumur hidup dan 35 tahun.

Narapidana lainnya, Muhammad Ta’amra dari Jenin, yang berada di penjara Raymond, juga mengeluhkan penyakit tekanan darah, kolesterol tinggi, dan asam lambung. Status kesehatannya segera perlu ditangani.

Adapun narapidana Freij Abu Zaher (28 tahun), dari Beit Lahia - Gaza, yang saat ini berada di penjara Nafha, menderita penyakit yang disebut “Falsafiya”, yang menyebabkan dirinya memiliki muatan listrik yang berlebihan dan membuatnya mengalami kejang-kejang. Baru-baru ini, penyakit tersebut menyebabkannya jatuh dari tempat tidur dan melukai Abu Zaher. Hal ini membuat kesehatannya semakin memburuk, ditambah tekanan psikologis yang dialaminya di penjara pendudukan Israel.

Komite Tahanan dan Mantan Narapidana Palestina menganggap kantor administrasi penjara Israel bertanggung jawab penuh atas pengabaian medis yang berkelanjutan terhadap para tahanan Palestina, dan meminta lembaga internasional, hak asasi manusia, dan Palang Merah Internasional untuk sepenuhnya berperan aktif dalam permasalahan para tahanan Palestina.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir