Mantan Menteri Sumber Daya Air dan Irigasi Mesir: Pasokan Air Nil yang Mengalir ke Mesir Berkurang 40 Persen

Persoalan Bendungan An-Nahdhah Etiopia sampai saat ini belum menemukan jalan keluar. Mantan Menteri Sumber Daya Air Mesir mengungkapkan, Mesir kehilangan sebanyak 40 persen pasokan airnya.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,17 Jul 2021,10:24 AM

Kairo, SPNA - Mantan Menteri Sumber Daya Air dan Irigasi Mesir, Muhammad Nashr Al-Allam, menegaskan bahwa ada pengurangan volume air Sungai Nil yang sampai ke Mesir sebesar 40 persen. Dilansir dari Arabic.Rt.com, Jumat (16/07/2021).

Ia juga mengatakan bahwa kondisi ini sangat berbahaya. Disebabkan karena "warga Mesir sangat bergantung pada hasil pertanian. Di samping sebagian tanaman yang dibudidayakan di Negari Nabi Yusuf itu membutuhkan banyak pasokan air.

Menurutnya Kementerian sudah melakukan usaha terbaiknya untuk memenuhi permintaan air untuk petani. Namun Mesir disebutkan memiliki tantangan yang sangat besar, dan diharusnya untuk mendaur ulang air limbah.

Setiap tahun, Mesir membutuhkan sebanyak 105 miliar meter kubik air.

Seperti diketahui, pembangunan bendungan raksasa di Etiopia mendapatkan protes keras dari Mesir dan Sudan. Kedua negara itu mengatakan bahwa Bendungan Nahdhah itu dapat mengancam ketersediaan air untuk warganya.

Al-Allam menjelaskan bahwa terdapat banyak keselahan yang dilakukan Etiopia dalam proses pembangunan bendungan yang ditujukan untuk pembangkit listrik tersebut. Kairo secara tegas telah menyampaikan sikap resminya menolak proye tersebut sedari tahun 2010.

 

(T.HN/S: Arabic.rt.com)

leave a reply
Posting terakhir