Selama Idul Adha, Israel Tangkap 26 Penduduk Palestina

Pusat Studi Tahanan mengatakan bahwa pendudukan Israel tidak memperhitungkan privasi selama hari suci umat Islam, dan sengaja mengganggu atau melecehkan penduduk Palestina pada hari bahagia tersebut.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,25 Jul 2021,11:21 AM

Tel Aviv, SPNA - Pusat Studi Tahanan Palestina, pada Sabtu (24/07/2021), menyatakan bahwa selama lebaran Idul Adha, otoritas pendudukan Israel telah melanjutkan aksi penangkapan terhadap penduduk Palestina.

Pusat Studi Tahanan memantau telah terjadi sebanyak 26 kasus penangkapan dari seluruh kawasan Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki, termasuk wanita, anak-anak, dan mantan narapidana.

Pusat Studi Tahanan mengatakan bahwa pendudukan Israel tidak memperhitungkan privasi selama hari suci umat Islam, dan sengaja mengganggu atau melecehkan penduduk Palestina pada hari bahagia tersebut.

“Selama empat hari terakhir, mereka melanjutkan kebijakan penggerebekan dan penyerbuan ke sejumlah desa dan lingkungan. Mereka menangkap sebanyak 26 warga, termasuk seorang wanita dan 5 anak-anak,” sebut Pusat Studi Tahanan Palestina, sebagaimana yang dilansir dari Palinfo.

Peneliti dan direktur Pusat Studi Tahanan, Riyad Al-Ashqar, menjelaskan bahwa pasukan pendudukan menyerbu kota Beita, selatan Nablus, dan menangkap tiga pemuda: Husam Maali, Jalal Dwaikat, dan Hara Hamayel.

Mereka juga menyerbu desa Rummana, sebelah barat Jenin, dan menangkap dua anak-anak, yaitu Mu'in Muhammad Amour (16 tahun), siswa kelas sebelas, dan Raja Asaad Abu Qiyas (15 tahun), siswa kelas sepuluh, setelah menyerang dan menghancurkan isi rumah keluarga merekanya, pada hari kedua Idul Adha.

Al-Ashqar menambahkan bahwa pasukan pendudukan, pada hari Jumat, menyerbu kota Tubas, timur laut Nablus, dan kota Tammun, selatan Tubas.

“Mereka menangkap empat warga, di antaranya: mantan narapidana, Murad Suleiman Bani Odeh (47 tahun), Raiq Abdul Rahman Basharat (44 tahun), dan Sayyaf Azmi Hussein Bani Odeh, dari Tammun, dan Ahmed Fayez Abu Al-Ayda (21 tahun), dari kota Tubas.

Al-Ashqar mengindikasikan bahwa pasukan pendudukan menangkap kembali tahanan yang baru dibebaskan, Awad Allah Shtayyeh, dari kota Salem, sebelah timur Nablus, saat berada di pintu masuk Masjid Al-Aqsha.

Mereka juga menangkap Mohammed Bilal Daud (29 tahun), dari kota Qalqilya, ketika berada di dalam halaman Masjid Al-Aqsha.

Mereka juga menangkap Wadih Abu Bakar, dari desa Ya'bad di provinsi Jenin, saat berada di dekat Bab Al-Asbat. Pasukan pendudukan mengklaim bahwa ia memasuki Yerusalem tanpa izin.

Sementara itu, mantan narapidana, Muhammad Marwan Sharakah (29 tahun), dari kamp pengungsi Al-Jalazun, utara Ramallah, ditangkap setelah rumahnya digerebek. Hal yang sama juga terjadi pada Majed Faisal Nazzal (27 tahun) ditangkap setelah mereka menggerebek rumahnya di kota Qabatiya, selatan Jenin.

Di Yerusalem, pasukan pendudukan Israel melanjutkan operasi penangkapan terhadap penduduk Palestina. Mereka menangkap dua pemuda, Amin Al-Mohtaseb dan Musa Qaud Al-Tamimi dari lingkungan Batn Al-Hawa di Silwan, dan menangkap Mohammad Mahmud di sekitar Bab Al-Amoud di Yerusalem.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir