Hamas: Kesepakatan Pertukaran Tahanan Hanya Akan Terjadi Jika Termasuk Narapidana “Terowongan Kemerdekaan”

“Jika para pahlawan ‘Terowongan Kemerdekaan’ membebaskan diri mereka dari bawah tanah, kami berjanji kepada mereka dan kepada para tahanan lainnya, bahwa kami akan segera membebaskan mereka dari atas tanah,” sebut Brigade Al-Qassam.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,13 Sep 2021,10:31 AM

Yerusalem, SPNA - Sayap militer Hamas, Brigade Izz Al-Din Al-Qassam, sebagaimana dilansir Palinfo, pada Sabtu (11/09/2021), mengatakan bahwa kesepakatan pertukaran tahanan antara Palestina dan Israel di masa mendatang tidak akan pernah terjadi kecuali narapidana yang merupakan pahlawan operasi “Terowongan Kemerdekaan” juga turut dibebaskan.

Al-Qassam menekankan bahwa para tahanan Palestina tersebut akan dibebaskan dari penjara pendudukan Israel dengan kepala tegak.

Brigade Al-Qassam menegaskan bahwa penangkapan kembali narapidana Palestina yang melarikan diri dari penjara Gilboa Israel atau para pahlawan “Terowongan Kemerdekaan”, tidak mengaburkan fakta aksi terhormat yang mereka lakukan.

“Operasi ini tidak mampu menyembunyikan rasa malu dan aib dari lembaga keamanan Israel,” sebut Brigade Al-Qassam.

Al-Qassam berjanji membebaskan para tahanan yang melarikan dari penjara Israel dengan cara terhormat.

“Jika para pahlawan ‘Terowongan Kemerdekaan’ membebaskan diri mereka dari bawah tanah, kami berjanji kepada mereka dan kepada para tahanan lainnya, bahwa kami akan segera membebaskan mereka dari atas tanah,” sebut Brigade Al-Qassam.

Abu Obeida, juru bicara Brigade Al-Qassam, menyatakan bahwa kaum revolusioner Palestina tidak sendirian dan menekankan bahwa Hamas tidak akan membiarkan pendudukan Israel menyerang mereka.

“Kami memohon kepada para tahanan kami untuk setia dalam aksi perlawanan dan pemberontakan mereka yang terhormat, dan kami katakan kepada mereka bahwa kami bersama Anda dan tidak akan meninggalkan Anda. Kami tidak akan membiarkan musuh Anda menargetkan Anda,” kata Abu Obeida dalam sebuah pesan kepada narapidana Palestina.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir

Kesepakatan Pertukaran Tawanan dengan Israel Paling Menonjol Masa ke Masa

Menurut (WAFA), pertukaran itu melibatkan Mesir, Yordania, Suriah dan Lebanon. Setiap negara melakukan transaksi secara terpisah, yang terakhir dengan Suriah pada bulan Juni di tahun yang sama. Dalam kesepakatan itu: Ada 156 tentara Israel di tangan Mesir, 673 tentara di tangan Yordania, 4 tentara di Suriah, dan 8 di Lebanon, sementara Israel menahan 1.098 tentara Mesir, 28 Saudi, 25 Sudan, 24 Yaman, 17 Yordania, 36 Lebanon, 57 Suriah, dan 5.021 Palestina.