ISIS klaim bertanggung jawab terhadap serangan bom Gereja di Sri Langka

Serangan bom gereja di ibu kota Kolombo dikaitkan dengan Kelompok Radikal Islam, ISIS. Pemerintah Sri Langka menolak klaim tersebut, dan menuduh dua kelompok lokal Sri Langka sebagai dalang di balik insiden.

BY adminEdited Wed,24 Apr 2019,03:30 PM

Kolombo, SPNA - Kelompok Islam Radikal, ISIS, Selasa (23/04/2019), mengumumkan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangan bom gereja yang mengguncang ibu kota Sri Langka, Minggu (21/04/2019). Pengakuan tersebut didapatkan dari situs resmi ISIS, Amaq.

Namun demikian, mereka tidak memberikan bukti apapun untuk membenarkan pernyataan tersebut. 

Menteri Pertahanan Sri Langka, Rowan Wiggiwarden, mengatakan terdapat keyakinan bahwa serangan tersebut dilancarkan oleh dua kelompok lokal Sri Langka, bertepatan dengan hari Paskah umat Kristen.

Ia menambahkan serangan tersebut dilakukan oleh Gerakan Taudid Nasional dan Gerakan Millat Ibrahim.

Klaim ISIS tersebut bersamaan dengan pernyataan Wiggiwarden yang mengatakan bahwa insiden itu merupakan balasan terhadap pembantaian muslim di Selandia Baru.

“Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa apa yang terjadi merupakan aksi balas dendam terhadap serangan dua masjid di Selandia Baru.” Tutur Wiggiwarden.

Pada hari Selasa kemarin (23/04), situs berita Reuters, memperoleh informasi dari pihak kepolisian Sri Langka, bahwa mereka telah memanggil salah satu warga Suriah untuk diinterogasi terkait bom gereja tersebut.

(T.HN/S: Skynewsarabia)

leave a reply
Posting terakhir