Khalil Hayah: Kami tak akan biarkan rakyat Palestina menderita akibat blokade

“Kami sampaikan terhadap Israel dan dunia, kami tak akan biarkan rakyat kami mati kelaparan, kami tidak akan biarkan blokade terus berlanjut di Gaza. Senjata dan keinginan kami berada di tangan kami bukan di tangan para penjajah, ‘’ tegasnya.

BY adminEdited Sat,11 May 2019,01:58 PM

Jalur Gaza, SPNA - Anggota Biro Politik Hamas, Khalil Hayah dalam pidatonya menyampaikan pesan kepada Israel dan dunia internasional terkait blokade Israel terhadap Gaza.

Dalam acara peringatan gugurnya Abdillah Abu Maluh, Jum’at (10/05/2019)  Hayah menegaskan bahwa Israel tidak akan pernah merasakan aman selama mereka masih belum menghapus blokade terhadap Jalur Gaza.

“Kami sampaikan kepada Israel dan dunia, kami tak akan biarkan rakyat Palestina menderita dan blokade terus berlanjut di Gaza. Senjata dan keinginan kami berada di tangan kami bukan di tangan para penjajah, ‘’ tegasnya.

“Gaza sudah cukup merana akibat blokade, hari ini kami akan rebut kembali hak kami.”

“Dunia harus melihat rakyat Palestina merdeka. Kami akan membungkam mulut mereka  yang berkata bahwa orangtua di Palestina sudah mati dan anak-anak terlupakan.”

 “Amerika Serikat dan Israel tidak akan membiarkan anda. Mereka cuma mau mengambil kekayaan anda untuk melaksanakan agenda AS di Timur Tengah, ‘’ sindirnya terhadap pihak-pihak yang melakukan kerjasama dengan Israel.

Jalur Gaza adalah wilayah yang terisoliasi akibat blokade yang telah berlangsung selama lebih dari 11 tahun.  Di masa itu, Gaza hancur lebur akibat 3 perang besar tahun 2009, 2012 serta 2014. Seluruh lini kehidupan di Gaza lumpuh total.

Situasi ini diperparah setelah Pemerintah AS menghentikan donasinya terhadap Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina, UNRWA yang merupakan tulang punggung sebagian besar rakyat Gaza.

Awal 2018, Sekjen PBB, Antonio Guterres memperingatkan bahwa Gaza yang memiliki populasi dua juta jiwa tersebut akan menjadi wilayah tak layak huni pada tahun 2020.

Sementara itu Profesor Hubungan Internasional Universitas Oxford, Avi Shlaim mengatakan bahwa Israel telah mengubah Jalur Gaza menjadi penjara terbesar di dunia.

(T.RS/S:RamallahNews)

leave a reply