Akhirnya, Mantan PM Israel, Ehud Barak minta maaf atas pembantaian belasan warga Palestina tahun 2000

Barak mengambil langkah tersebut untuk bergabung dengan sayap kiri Israel dalam pemilu tahap II September mendatang.

BY adminEdited Wed,24 Jul 2019,11:09 AM

Tel Aviv, SPNA - Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak meminta maaf atas gugurnya 13 warga Palestina yang menjadi korban pembantaian pasukan Israel dalam aksi protes tahun 2000.

Dilansir, Rt Arabic, Rabu (2407/2019) Permintaan maaf tersebut disampaikan Mantan PM Israel menanggapi kritikan pedas yang disampaikan Issawi Freij, anggota parlemen Israel di harian  Haaretz,  bahwa Barak harus meminta maaf dan bertanggung jawab atas pembunuhan 13 warga Palestina.

Barak yang juga akan kembali mencalonkan diri menjadi PM Israel melawan Netanyahu dalam pemilu September mendatang mengatakan : “Issawi Freij menulis pesan penting.  Saya tegaskan bertanggung jawab terhadap segala hal baik dan buruk selama masa jabatan saya, termasuk tragedi Oktober tahun 2000, dimana 13 nyawa Palestina melayang.”

“Saya sekali lagi menyatakan penyesalan dan permintaan maaf saya kepada pihak keluarga.”

Barak, yang  berupaya menjatuhkan Benyamin Netanyahu,  Perdana Menteri saat ini pernah menjabat sebagai Perdana Menteri pada tahun 2000.

 

13 warga Palestina gugur di tangan pasukan IDF saat melakukan aksi protes atas kunjungan Ariel Sharon ke Masjid Al-Aqsa al-Mubarak dimana saat itu Barak menjabat sebagai PM Israel. Hal ini memicu terjadinya Intifada ke dua yang berlangsung hingga tahun 2004.

Dilansir maannews, Selasa (10/07/2019) Barak mengambil langkah tersebut untuk bergabung dengan sayap kiri Israel dalam pemilu tahap II September mendatang.

Warga Palestina menjadi minoritas di wilayah yang diduduki Israel tahun 1948,  dimana populasi mereka hanya  1,3 juta jiwa atau sekitar 17/5%.

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply
Posting terakhir
252305.jpg

AOHR minta Inggris tangkap Ehud Barak

AOHR mengatakan bahwa Barak terlihat berjalan santai di Jalan kota London bersama istri dan pengawalnya. Polisi London yang melihatnya sama sekali tidak berusaha menangkap Barak yang jelas-jelas melakukan pelanggaran kemanusiaan di Palestina dan terlibat dalam serangan brutal terhadap kapal Mavi Marmara 2010 silam.