Jelang Pembebasan Heba Labadi, Gerakan Perempuan Gaza Suarakan Dukungan Untuk Tahanan Palestina

Hiba berkunjung ke Tepi Barat bersama ibu dan bibinya pada 20 Agustus silam untuk menghadiri sebuah acara. Dia ditahan oleh pasukan Israel di sebuah checkpoint selama beberapa jam. Hiba lalu dijebloskan ke penjara tanpa sebab yang jelas.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,06 Nov 2019,10:05 AM

Jalur Gaza, SPNA – Lembaga peduli tahanan Palestina, “Waed” serta Gerakan Wanita Palestina, Selasa (05/11/2019) menggelar aksi solidaritas untuk tahanan Palestina di markaz Bulan Sabit Merah Jalur Gaza.

Aksi tersebut bertujuan untuk menyatakan dukungan kepada tahanan Palestina yang melakukan mogok makan. Mereka juga menyampaikan dukungan atas pembebasan tahanan Yordania,  Heba Labadi.

Wakil Pertama Dewan Legislatif Palestina,  Dr. Ahmed Bahr yang berpartisipasi dalam aksi tersebut menegaskan bahwa seluruh rakyat Palestina memberikan dukungan penuh kepada tahanan, terutama tahanan wanita.

Bahr  juga mengatakan Hiba Labadi, adalah pahlawan Palestina. Dia berhasil melawan pelanggaran hukum yang dilakukan Pemerintah Israel.

Bahr juga menyerukan dunia internasional,  lembaga-lembaga HAM, pemimpin Arab untuk mendukung tahanan Palestina yang hidup menderita di penjara.  

 

Berdasarkan keterangan pihak keluarga kepada Al-Arabiya, Hiba berkunjung ke Tepi Barat bersama ibu dan bibinya pada 20 Agustus silam untuk menghadiri sebuah acara. Dia ditahan oleh pasukan Israel di sebuah checkpoint selama beberapa jam. Hiba lalu dijebloskan ke penjara tanpa sebab yang jelas.

Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi melalui cuitannya di Twitter mengatakan bahwa dua warga Yordania yang ditahan Israel Heba Labadi dan Abdel Rahman Mar’i akan dibebaskan dan kembali ke Yordania.

 

Komite Pemerhati Para Tahanan di Palestina dalam sebuah laporan singkatnya menyebutkan bahwa Heba berhenti melakukan mogok makan saat dijenguk langsung oleh Duta Besar Yordania untuk Tel Aviv.

 

Heba telah melakukan mogok makan selama 42 hari untuk memprotes penangkapan dirinya tanpa persidangan (Penahanan Administratif) yang dilakukan oleh militer Israel.

 

Penahanan Heba membuat hubungan Yordania dan Israel panas. Menteri Luar Negeri Yordania, Aiman Safdi, mengatakan bahwa pemerintahnya telah memanggil kembali Duta Besar Yordania untuk Israel. Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap penangkapan dua warga Yordania oleh militer Israel.

 

(T.RS)

 

Nuruddin Al-Harazin

leave a reply
Posting terakhir