Putra Netanyahu Menyerukan ‘Pengusiran' Pangeran Charles dan Diplomat Inggris

Ini terjadi setelah  Konsulat Inggris di Yerusalem yang diduduki menyebut wilayah Palestina sebagai wilayah pendudukan.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,30 Dec 2019,12:25 PM

Yerusalem, SPNA - Putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan agar pangeran Wales dan diplomat Inggris "diusir" dari 'Israel' setelah Konsulat Inggris di Yerusalem yang diduduki menyebut wilayah Palestina sebagai wilayah pendudukan.

Yair, yang dikenal karena pernyataannya yang aneh dan rasis di media sosial, berkomentar sebagai tanggapan terhadap pengumuman bahwa Pangeran Charles akan melakukan kunjungan pertamanya ke daerah itu pada Januari tahun depan.

"Kalian akan segera diusir dari Israel," tweeted pemuda berusia 28 tahun itu. "Sampai saat itu aku berpikir untuk mengunjungi tanah yang diduduki Skotlandia atau Wales, yang mana yang Anda rekomendasikan?"

Dia menjelaskan komentarnya dengan mengatakan bahwa konsulat Inggris di Yerusalem yang diduduki "berpura-pura menjadi kedutaan negara 'Palestina'."

Dia juga terus mengeluh bahwa "Irlandia Utara diakui sebagai bagian dari Inggris oleh seluruh dunia" dan "tidak ada yang membantah kedaulatan Inggris di sana dan mengklaim itu milik Republik Irlandia."

Pengguna Twitter dengan cepat menanggapi dengan menyatakan bahwa semua warga negara Inggris memiliki hak yang sama dan tidak satupun dari mereka adalah penjajah, yang berasal dari bagian lain dunia. Tidak seperti warga Palestina yang menjadi sasaran sistem represif militer dan warga Israel, yang datang dari seluruh penjuru dunia untuk menduduki Palestina.

Ini bukan pertama kalinya bagi Yair bahwa ia berbagi tweet yang kontroversial. Tahun lalu dia mengatakan bahwa "tidak ada yang namanya" Palestina karena huruf "P" tidak muncul dalam alfabet Arab.

Teorinya dengan cepat menarik ejekan di media sosial, karena pengguna mencatat bahwa kata Arab untuk Palestina adalah "Falasteen".

Dia juga bentrok dengan Facebook setelah memposting bahwa dirinya akan "lebih suka" jika semua Muslim meninggalkan Israel dan menyarankan "pembalasan atas kematian" dua tentara Israel yang dibunuh oleh orang-orang bersenjata Palestina.

Ketika posting itu dihapus, Netanyahu mempublikasikannya kembali dan mengkritik raksasa media sosial itu. Dia kemudian dilarang dari situs web tersebut selama 24 jam.

Yair juga memicu perselisihan diplomatik antara Israel dan Turki ketika dia menerbitkan sebuah gambar di Instagram tahun lalu dengan tulisan “Fuck Turkey”.

(T.RA/S: QNN)

leave a reply
Posting terakhir