520 Pabrik di Gaza akan Tutup Akhir Tahun Ini

Sementara itu, pabrik-pabrik lain pindah ke Yordania atau Mesir yang menyebabkan PHK dan meningkatnya jumlah pengangguran.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,30 Dec 2019,12:27 PM

Gaza, SPNA - Lebih dari 520 pabrik di Gaza akan ditutup pada akhir tahun ini akibat kondisi ekonomi yang sangat sulit di Gaza. Ini terjadi, tutur Persatuan Industri Palestina, pasca perang dan pengepungan yang dilancarkan Israel di daerah kantong yang padat penduduk tersebut.

Serikat pekerja mengatakan kepada Sawa bahwa tahun 2019 bahkan lebih buruk dari tahun sebelumnya karena 520 pabrik telah ditutup tahun ini. Sementara, pabrik-pabrik lain pindah ke ke Yordania atau Mesir, yang menyebabkan PHK dan meningkatnya pengangguran, yang menjadi salah satu dari sekian banyak masalah sosial dan kemanusiaan.

Serikat pekerja menyatakan bahwa lebih dari 35.000 pekerja pernah bekerja di industri pakaian. Tetapi, jumlahnya tersebut turun menjadi 3-5 ribu saja. Industri kayu juga digunakan untuk merekrut 30.000 warga Gaza tetapi sekarang hanya mempekerjakan 3.000 karena pembatasan Israel baru-baru ini pada ekspor kedua industri tersebut.

Hanya 10-15% warga Gaza yang saat ini bekerja, karena 10-15 ribu pekerja telah di-PHK.

Mengenai sektor swasta, khususnya pada industri konstruksi dan digunakan untuk mempekerjakan lebih dari 130.000 pekerja, telah terhambat oleh pembatasan Israel pada industri konstruksi.

Negara pendudukan telah menargetkan semua jenis instalasi ekonomi selama perangnya di daerah kantong yang terkepung tersebut. Negara pendudukan juga mencegah ekspor Gaza pada banyak material dan peralatan penting.

(T.RA/S: QNN)

leave a reply