Erekat: Otoritas Israel tolak 'Solusi Dua Negara'

Saeb Erekat, petinggi PLO mengatakan bahwa Pemerintah Israel tidak pernah ingin menyelesaikan konflik melalui Solusi Dua Negara. Konflik Palestina bukanlah sebuah sengketa agama. 

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,06 Jan 2020,10:10 AM

Tepi Barat, SPNA - Sekretaris Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat mengatakan bahwa pemerintah Israel saat ini tidak mempunyai niat untuk menyelesaikan konflik yang ada melalui perjanjian damai dalam acuan 'Solusi Dua Negara.'

Israel disebutkan belum puas untuk terus menindas warga Palestina meskipun itu bertentangan dengan Undang-Undang internasional.

Pernyataan ini disampaikan saat Erekat menyambut dua delegasi Amerika dari Universitas Pennsylvania dan Universitas Illinois, Minggu (05/01).

Penyelesaian konflik dengan membelah wilayah sesuai dengan kesepakatan pada tahun 1967, merupakan satu-satunya solusi untuk mematikan api sengketa yang berlangsung.

Erekat juga menegaskan bahwa persoalan Palestina-Israel bukanlah konflik agama. Semua pihak harus ikut andil untuk menekan pemerintahan Israel.

Ia juga menampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor yang sangat diperhatikan Presiden Palestina, Mahmud Abbas.

"Kami tidak akan pernah diam dan putus asa. Perdamaian tidak akan tercapai jika Israel tidak menghentikan pembangunan perumahan ilegalnya." Tegas Erekat.

Selain Solusi Dua Negara, terdapat acuan perdamaian lainnya yang ditawarkan untuk menghentikan konflik. Yaitu solusi tawaran Amerika yang jamak dikenal di media dengan sebutan The Deal of Century.

Namun demikian Pemerintah Palestina di Tepi Barat telah menolak mentah-mentah tawaran tersebut. Amerika dianggap tidak lagi layak menjadi mendiator perdamaian dalam kasus ini.

Sejumlah kebijakan penting Amerika selalu berpihak untuk kepentingan Israel. Termasuk salah satunya pengakuan kota Yerusalem sebagai ibu kotanya Israel.

(T.HN/S: Ramallah)

leave a reply
Posting terakhir