Myanmar Laporkan Dugaan Kasus Virus Corona Pertama

Ini terjadi setelah pengunjung asal China -yang dicurigai terjangkit virus corona- dirawat di rumah sakit di kota Yangon.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,01 Feb 2020,10:15 AM

Yangon, SPNA - Seorang pengunjung China di Myanmar -yang dicurigai terjangkit virus corona- dirawat di rumah sakit di kota Yangon pada hari Jumat (31/01/2020), menurut para pejabat setempat.

Sebuah penerbangan China Southern Airlines yang membawa 79 penumpang tiba di Yangon dari Guangzhou, China.

Seorang penumpang China pria berusia 56 tahun ditemukan memiliki gejala yang berkaitan dengan virus dan dibawa ke rumah sakit, menurut Soe Paing, manajer umum Bandara Internasional Yangon.

"Pihak berwenang belum mengizinkan 78 penumpang lainnya untuk turun dari pesawat," katanya kepada Anadolu Agency.

Menurut Departemen Penerbangan Sipil (DCA), hanya dua penumpang Myanmar yang akan diizinkan turun dari pesawat.

"Sisanya tidak akan diizinkan masuk ke negara itu," kata seorang direktur DCA yang tidak ingin disebutkan namanya.

"Mereka akan dibawa kembali ke China dengan penerbangan yang sama," katanya kepada Anadolu Agency.

Otoritas kesehatan Myanmar mengatakan tidak ada kasus virus corona di negara itu bahkan ketika wabah korona memburuk.

Pada 31 Januari, total 9.810 kasus virus corona telah terlihat di 23 negara di seluruh dunia, 99% di antaranya di China.

Virus corona baru, yang berasal dari kota Wuhan, dikatakan telah ditularkan ke manusia dari hewan, terutama kelelawar.

Jumlah korban tewas di China dari wabah baru virus corona telah meningkat menjadi 213, Komisi Kesehatan Nasional mengatakan pada hari Jumat.

Sekitar 9.692 kasus pneumonia yang dikonfirmasi disebabkan oleh virus corona, juga dikenal sebagai 2019-nCoV, telah dilaporkan di China.

Virus ini telah meningkatkan alarm secara global, dengan kasus yang dilaporkan di seluruh Asia, Eropa, AS, dan Kanada.

Wisatawan dari China sedang diskrining untuk virus di bandara di seluruh dunia. Beberapa maskapai, termasuk Turkish Airlines, telah menangguhkan penerbangan ke Wuhan dan bagian lain di China.

Pada pertemuan darurat pada hari Kamis, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan wabah itu sebagai darurat internasional.

(T.RA/S: Anadolu Agency)

leave a reply