Hadapi Donald Trump, Liga Arab Suarakan Dukungan Setia Untuk Palestina

Sekjen Liga Arab tersebut menegaskan hal ini setelah Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan Deal of Century pekan lalu yang dihadiri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan menetapkan bahwa seluruh wilayah Al-Quds milik Israel.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,01 Feb 2020,10:21 AM

Jalur Gaza, SPNA – Liga Arab  menegaskan bahwa bangsa Arab akan setia mendukung Palestina.

 

Hal ini ditegaskan Ahmed Abu Gheit dalam pertemuan dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas di Cairo, Jum'at (31/01/2020).

 

"Kami menegaskan bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina bukan hanya tanggung jawab Palestina namun seluruh bangsa Arab."

 

Sekjen Liga Arab tersebut menegaskan hal ini setelah Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan Deal of Century pekan lalu yang dihadiri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan menetapkan bahwa seluruh wilayah Al-Quds milik Israel.

 

Menurut Abu Gheit, Inisiatif perdamaian Arab belum dibatalkan dan masih berada di atas meja sejak tahun 2002 hingga saat ini.

 

"Bangsa Arab adalah pendukung perdamaian serta menuntut perdamaian dengan mewujudkan hak-hak rakyat Palestina demi mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibukotanya."

 

Deal of Century yang digagas Donald Trump untuk perdamaian di Timur Tengah menetapkan Yerusalem ibukota bersatu bagi Israel.

 

Berdasarkan rencana Trump, ibukota Palestina akan dipindahkan di lingkungan Arab di sisi timur tembok pemisah Al-Quds yang terpisah dari seluruh wilayah Al-Quds lainnya. Wilayah tersebut mencakup Kafr Aqab, Abu Dis dan Shuafat. Palestina dapat menamai wilayah tersebut dengan "Al-Quds" menggunakan istilah

 

 

Sementara untuk situs suci di Al-Quds akan tetap berada dibawah kuasa Israel, termasuk Masjid Al-Aqsa.

 

Hal ini ditentang oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menegaskan bahwa "Yerusalem tidak dijual. Kesepakatan konspirasi AS tidak akan berlaku di Palestina karena hanya melayani kepentingan Israel,'' tegasnya.

 

Di saat yang sama PBB menolak 'Dral of The Century dan  menegaskan bahwa konflik Israel-Palestina harus diselesaikan berdasarkan resolusi PBB dan hukum internasional.

 

Dalam sebuah pernyataan, dengan salinan yang dikirim ke MEMO, Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, mengatakan, "Posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada solusi dua-Negara telah ditentukan, selama bertahun-tahun, oleh Keamanan terkait. Resolusi Dewan dan Majelis Umum dimana Sekretariat terikat."

 

Ditambahkannya, "PBB tetap berkomitmen untuk mendukung Palestina dan Israel dalam menyelesaikan konflik berdasarkan resolusi PBB, hukum internasional, dan perjanjian bilateral dan mewujudkan visi dua Negara - Israel dan Palestina - yang hidup berdampingan dengan damai dan keamanan dalam batas yang diakui, berdasarkan garis pra-1967."

 

Perlu dicatat bahwa Trump telah mengabaikan solusi dua negara yang diadopsi oleh PBB dan komunitas internasional. Presiden AS itu juga mengusulkan pandangannya sendiri tentang solusi dua negara, yang mengabaikan perbatasan 1967 dan menetapkan seluruh Yerusalem berada di bawah kedaulatan Israel sepenuhnya.

 

(T.RS/S:I24News)

leave a reply
Posting terakhir