Mufti Palestina Fatwakan Keharaman 'Deal of The Century'

Sheikh Mohammed Hussein menyatakan bahwa siapa pun yang bernegosiasi dengan Deal of The Century adalah pengkhianat bagi Allah dan Rasul-Nya Salaullahu'alaihi Wassalam, dan bagi Masjid Al-Aqsa yang diberkati, Yerusalem dan Palestina.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,12 Feb 2020,01:11 PM

Yerusalem, SPNA - Mufti Besar Yerusalem mengeluarkan fatwa yang melarang berurusan dengan "Deal of The Century (kesepakatan abad ini)" Presiden AS Donald Trump dan para promotornya, kantor berita Ma'an melaporkan.

Sheikh Mohammed Hussein merilis pernyataan berani itu pada hari Selasa (11/02/2020) yang menyatakan bahwa siapa pun yang bernegosiasi dengan kesepakatan itu adalah pengkhianat bagi Allah dan Rasul-Nya Salaullahu'alaihi Wassalam, dan bagi Masjid Al-Aqsa yang diberkati, Yerusalem dan Palestina.

Dia menyatakan bahwa apa yang disebut "rencana perdamaian" Trump, yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional, merampas Yerusalem dari pemiliknya yang sah, dan merampas umat Islam dari situs suci ketiga terpenting mereka dan jalur Nabi mereka.

Rencana perdamaian tersebut menetapkan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel yang “tidak terbagi”, sementara Palestina akan memiliki kendali terbatas atas lingkungan yang tersebar di Yerusalem Timur.

Bagi Muslim, Al-Aqsa mewakili situs tersuci ketiga di dunia, setelah Mekah dan Madinah.

"Kesepakatan abad ini" secara sepihak membatalkan resolusi-resolusi PBB sebelumnya tentang masalah Palestina dan menyarankan agar Israel melakukan hampir semua yang dituntutnya.

Hussein menekankan bahwa kesepakatan itu juga datang untuk meniadakan hak rakyat Palestina untuk hidup di tanah mereka dengan bermartabat, menguatkan cengkraman para penindas dan mendukung mereka, serta memberi Israel sebagian besar tanah Palestina "beraroma darah syuhada Palestina" yang mulia.

Hussein melanjutkan, “dosa, kelakuan buruk dan kejahatan, dipaksakan oleh satu pihak, dan tidak konsisten dengan tingkat nilai-nilai luhur yang paling sederhana, yang menegaskan bahwa siapa pun yang merencanakan atau mendukung agresi kasar ini, atau diam tentang hal itu, pantas mendapat kutukan dari Allah, malaikat-Nya dan semua manusia."

Dalam fatwanya, Hussein meminta seluruh dunia untuk bekerja keras untuk menghentikan agresi terhadap Palestina dan rakyatnya, mendukung mereka, dan menahan diri dari bekerja dengan kesepakatan yang tidak adil ini, yang penuh dengan kejahatan dan rasisme.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir