Hamas ancam angkat senjata jika pemerintah Israel tidak menghentikan blokade terhadap Gaza

Jalur Gaza, SPNA - Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar menyatakan bahwa Hamas akan menggunakan kekuatan militer jika Israel tidak menghntikan blokade ...

BY adminEdited Thu,17 May 2018,11:34 AM

Jalur Gaza, SPNA - Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar menyatakan bahwa Hamas akan menggunakan kekuatan militer jika Israel tidak menghntikan blokade terhadap Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak 10 tahun lalu.

Hal ini disampaikan Sinwar dalam wawancara dengan Stasiun TV Aljazeera Qatar, Rabu malam, (16/05/2018).

“Kami telah mengirim pesan yang jelas kepada Israel baru-baru ini bahwa kami tidak ragu-ragu menggunakan kekuatan militer jika blokade terhadap Gaza tidak segera dihentikan, ‘’ ancamnya.

“Kami berhak melawan mereka yang menjajah tanah kami dengan berbagai cara, termasuk perlawanan bersenjata. Meskipun kami lebih tertarik dengan jalur damai, namun jika situasi menuntut kami angkat senjata  maka kami akan lakukan di kemudian hari.’’ “

“Palestina dalam situasi sulit terutama setelah negara-negara Arab melakukan normalisasi dengan Israel. Situasi ini memaksa kami untuk melakukan perlawanan dengan cara damai, dan kami tidak keberatan untuk menggunakan cara lain (militer).

Gaza dan Mesir

Yahya Sinwar juga menjelaskan bahwa Mesir telah setuju untuk membuka penyeberangan Rafah demi meringankan penderitaan warga Gaza. ‘’Dalam kunjungan Haniyeh ke Cairo, Minggu lalu, Mesir menekankan bahwa mereka akan terus mendukung rakyat Palestina, ’’ terangnya

Awal Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds ibukota bagi Israel dan telah meresmikan kedubes AS di Al-Quds, Senin (15/05/2018).

Langkah AS tersebut  ditentang oleh Majelis Umum PBB yang menetapkan sebuah resolusi dengan dukungan 128 negara. PBB menyatakan bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

Senin lalu (14/05/2018) Amerika Serikat meresmikan kedutaannya di Yerusalem, Presiden AS Donald Trump melalui teleconference menegaskan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Trump melalui pesannya kepada undangan menegaskan bahwa Israel adalah negara merdeka dan memiliki hak seperti negara lain di dunia untuk menentukan ibukotanya sendiir dan Yerusalem adalah ibukota Israel.  Trump juga menekankan bahwa Washington berkomitmen penuh pada perjanjian damai.

Sementara itu di Jalur Gaza, puluhan ribu warga Gaza menggelar demonstrasi menentang relokasi Kedubes AS dimana 62 orang dilaporkan gugur, dan 3188 lainnya luka-luka.

 (T.RS/S:AnadoluAgency)

leave a reply