Ribuan warga Gaza berpartisipasi dalam pemakaman Razan al-Najjar

Jalur Gaza, SPNA - Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza,  Sabtu (02/06/2018) berpartisipasi dalam pemakaman Razan al-Najjar, ....

BY adminEdited Sun,03 Jun 2018,10:29 AM

Jalur Gaza, SPNA - Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza,  Sabtu (02/06/2018) berpartisipasi dalam pemakaman Razan al-Najjar, yang gugur ditembak sniper Israel ketika berusaha menyelamatkan salah satu korban di perbatasan Khan Younis, Jalur Gaza. 

Menurut laporan koresponden Pusat Informasi Palestina, ribuan warga yang berasal dari berbagai wilayah Jalur Gaza berbondong-bondong menuju kota Khuza'a, timur Khan Yunis.

Razan al-Najjar, gugur sementara puluhan warga Palestina lainnya menderita luka  tembak dan gas air mata dalam peringatan Great March of Return minggu ke 10 di Jalur Gaza.

Sementara itu,  Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa sniper Israel menargetkan Razan secara sengaja ketika berupaya menyelematkan korban setelah pasukan Israel mecegah mobil ambulance masuk ke perbatasan Gaza. 

Penembakan tersebut terjadi ketika Razan mengangkat tangannya untuk mengisyaratkan bahwa Ia hanya tim medis yang tidak membahayakan siapapun. Ia kemudian berjalan ke arah pagar perbatasan untuk menyelamtkan salah satu korban yang tergelatak akibat ditembak Israel.

Namun pasukan Israel justru menembaknya dari jarak 50 Meter dari perbatasan dimana peluru tersebut merenggut nyawanya.

Tim medis yang menjadi saksi mata dalam kejadian tersebut menyatakan bawa Razan gugur dengan pakaian medis dan obat serta peralatan kedokteran di tangannya.

Direktur Rumah Sakit Khan younis, Salah Rantisi mengatakan bahwa Razan tiba di rumah sakit dalam kondisi mengenaskan akibat disasar peluru pasukan Israel.

Kematian Razan meninggalkan kesedihan mendalam terhadap relawan medis Palestina.

Kisah perjuangan Razan dalam menyelamatkan korban telah diabadikan oleh Anadolu Agency awal April lalu dimana Ia mengatakan: ‘’Sulit bagi wanita seperti saya untuk berkontribusi menolong demonstran yang terluka, namun saya tidak putus asa. ‘’

‘’Saya akan melaksanakan tugas saya meskipun akan terus berlanjut hinga berbulan-bulan. Saya tidak akan meninggalkan perbatasan Gaza. Darah warga Gaza yang mengenai pakaian saya adalah darah suci. ‘’

Sebelumnya Juru bicara Menkes Gaza,  Ashraf Qaddoura dalam keterangannya menyatakan bahwa Razan gugur dan 100 warga Gaza menderita luka-luka akibat ditembak pasukan Israel.

Dengan gugurnya Razan, jumlah korban yang gugur dalam peringatan Great March of Return sejak 30 Maret lalu meningkat menjadi 119 orang.

Sejak 30 Maret lalu, ribuan warga Palestina menggelar demonstrasi dekat pagar pembatas antara Gaza dan wilayah yang diduduki Israel.

Demonstrasi tersebut bertujuan menuntut Israel untuk  mengembalikan pengungsi Palestina ke tanah air mereka yang telah diusir sejak 1948.

Pemerintah Amerika Serikat juga dilaporkan melakukan veto terhadap rancangan  resolusi yang diajukan Kuwait menuntut perlindungan terhadap warga Palestina.

 (T.RS/S:Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir