Koran Perancis, langkah Donald Trump sebagai mediator perjanjian damai Israel dan Palestina akan kandas

Jalur Gaza, SPNA - Surat kabar  Perancis menyatakan bahwa proyek Deal of Century ....

BY adminEdited Sun,14 Oct 2018,10:33 AM

Jalur Gaza, SPNA - Surat kabar  Perancis menyatakan bahwa proyek Deal of Century yang digagas Presiden AS, Donald Trump akan gagal.

Le Journal du Dimanche (JDD) mengatakan bahwa Amerika Serikat gagal memainkan peranya sebagai mediator  dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Hal ini disebabkan karena sikap politik AS yang berpihak ke Israel serta relokasi kedubes AS ke kota suci Yerusalem.

Di awal masa jabatannya Trump menganggap persoalan Palestina dan Israel mudah untuk diselesaikan. namun hingga saat ini Presiden AS ke 45 tersebut masih menunda deklarasi rencana perdamaian yang digagasnya tersebut.

Setelah satu setengah tahun menjabat, presiden AS mengaku bahwa langkahnya tidak lebih baik daripada Presiden AS sebelumnya.

Menurut JDD alasan utama dibalik kegagalan tersebut adalah deklarasi Trump bahwa kota Yerusalem ibukota Israel dengan melanggar seluruh perjanjian dan resolusi internasional.

Sejak peresmian kedubes AS,  14 Mei lalu di Yerusalem, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan hubungan Palestina dan AS putus.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan tegas menolak langkah AS tersebut serta menolak peran AS sebagai mediator perjanjian damai.

 “Yerusalem adalah garis merah, kami tidak menerima Amerika Serikat mediasi perjanjian damai. Kesepakatan abad ini telah berubah menjadi tamparan abad ini,” ujar Abbas.

Sebab lain yang membuat rencana  AS akan gagal adalah karena langkah politik AS yang selalu membela Israel sejak Trump dilantik.

Hal ini ditunjukkan dengan keputusan Trump yang menolak mengecam pembangunan 2500 rumah hunian ilegal Israel di Tepi Barat.

September lalu, duta besar AS untuk Israel, David Friedman, menganggap bahwa Israel bukanlah ‘’negara pendudukan’’ dimana hal ini membuat rakyat Palestina naik darah.

Selain itu Friedman juga mengatakan bahwa solusi dua negara bukan satu-satunya cara untuk merealisasikan perdamaian di kawasan.

Awal Juni lalu, Washington juga menveto keputusan Dewan Keamanan PBB untuk memberikan perlindungan terhadap warga Palestina dari tindakan brutal pasukan Israel.

Tak lama kemudian AS angkat kaki dari Dewan HAM PBB. Hal ini karena lembaga tersebut dituding anti-Israel.

Selain itu Washington juga menghentikan dana untuk UNRWA serta bantuan senilai  25 juta Dolar untuk rumah sakit Palestina di kota Yerusalem kemudian menutup Kedutaan Besar Palestina di Washington.

Langkah-langkah tersebut diambil untuk membuat Palestina bertekuk lutut serta mengikuti seluruh arahan Amerika Serikat.

 “Kami bersedia membantu Palestina selama mereka mau bernegosiasi dengan Israel, ‘’ ujar Trump. 

“Apa yang dilakukan Trump, membuat Trump gagal dalam menyelesaikan konflik Palestina dan Israel “ ujar Aaron Davidson, peneliti di Wilson Center.

Namun Michel Den, diplomat AS sekaligus peneliti di Carnegie Endowment for International Peace, mengatakan bahwa  para pejabat AS percaya bahwa  Palestina cepat atau lembat akan mengaku kalah dan menerima rencana Washington.

(T.RS/S:RamallahNews)

leave a reply