Raja Malaysia tinggalkan kursi kerajaan akibat pernikahan kontroversial

Kuala Lumpur, SPNA - Kerajaan Malaysia, Minggu (06/01/2019), mengeluarkan konfirmasi bahwa Sultan Muhammad V telah meninggakan ...

BY adminEdited Tue,08 Jan 2019,12:01 PM

Kuala Lumpur, SPNA - Kerajaan Malaysia, Minggu (06/01/2019), mengeluarkan konfirmasi bahwa Sultan Muhammad V telah meninggakan singgasana kerajaan. Pengunduran diri tersebut tidak  lepas dari isu pernikahannya dengan mantan Miss Rusia, Oksana Voevodina.

Kerajaan memberitahukan bahwa Sultan Muhammad telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai raja yang ke-15, tercatat dari tanggal 6 Januari 2019.

Ini merupakan pertama kalinya Raja Malaysia mengundurkan diri sejak kerajaan pertama kali berdiri pasca penjajahan Inggris pada tahun 1957. Terkait pengunduran diri, Kerajaan tidak menjelaskan sebab dari keputusan mengejutkan tersebut.

Namun demikian, terdapat isu yang mulai dipertanyaakan pasca permintaan cutinya untuk berobat pada bulan November lalu. Raja yang mulai menjabat sejak tahun 2016 tersebut diberitakan terpikat dan telah menikahi mantan Miss Rusia.

Surat kabar Inggris, The Guardian, memberitakan selama masa cutinya pada November, Sultan Muhammad telah menikahi mantan Miss Rusia yang berumur 24 tahun. Media Rusia menambahkan, Oksana Voevodina bertemu dengan Raja Muhammad (49 tahun) dalam sebuah pertunjukan musik di Moskow.

Foto yang tersebar di media sosial memperlihatkan Oksana duduk di samping Sultan Muhammad dengan menggunakan gaun pernikahan. Disebutkan bahwa Oksana juga telah memeluk Islam sejak April lalu.

Pihak kerajaan tidak mau mengomentari foto tersebut atau mengkonfirmasi pernikahan Sultan Muhammad. Hal ini menurut The Guardian merupakan perkara yang tidak wajar.

Surat kabar New Straits Times Malaysia menyebutkan terdapat kesenjangan antara Sultan Muhammad dan Perdana Menteri  Mahathir Bin Mohamad yang berhasil memenangi pemilu umum Malaysia pada Mei lalu.

Pernikahan beda usia antara Sultan Muhammad  dan ratu kecantikan Rusia tersebut masih belum bisa diterima oleh warga Malaysia.

Untuk menggantikan singgasana yang kosong, terdapat sembilan keluarga kerajaan yang pantas untuk memakai mahkota raja. Pemilihannya dilakukan melalui pemungutan suara yang melibatkan seluruh anggota kesembilan keluarga tersebut.

(T.HN/S: Skynewsarabia)

leave a reply