Cendekiawan Muslim Internasional dan Dewan Kristen Swedia Kecam Aksi Pembakaran Al-Quran di Stockholm

Partai anti-imigran Garis Keras (Starm Kurs) pada hari Kamis membakar salinan al-Qur’an di Rinkeby, wilayah yang didominasi Muslim Stockholm, beberapa hari setelah aksi serupa terjadi di kota Malmo, selatan Swedia.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,14 Sep 2020,04:55 AM

Doha, SPNA - Asosiasi Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) mengecam aksi pembakaran salinan Al-Quran di Swedia.

Dalam sebuah pernyataan, lembaga yang berbasis di Doha itu  menyesalkan pelanggaran terhadap Muslim, tempat suci serta kitab suci mereka di sejumlah negara Eropa dan Asia.

"Kami tidak mendengar kecaman atas tindakan ini dari berbagai kelompok yang mengklaim membela kebebasan dan penghormatan terhadap simbol, agama dan tempat suci, atau tindakan negara-negara ini terhadap mereka yang melakukan tindakan keji dan agresif ini," kata lembaga itu.

Partai anti-imigran Garis Keras (Starm Kurs) pada hari Kamis membakar salinan al-Quran di Rinkeby,  wilayah yang didominasi Muslim Stockholm.

Sejalan dengan dingan itu, di hari yang sama, Dewan Kristen Swedia mengeluarkan kecaman atas aksi pelanggaran tersebut.

Sepuluh pendeta terkemuka Skandinavia, termasuk Uskup Agung Gereja Protestan Swedia Antje Jackele, mengeluarkan pernyataan yang menentang aksi anti-Muslim itu.

Sang Uskup, bersama para pemimpin gereja, betul-betul berlepas diri dari “pelanggaran yang disengaja terhadap keyakinan orang lain” itu.

Mereka mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh kelompok rasis sayap kanan Danish adalah pebuatan “biadab”.

Serangan serupa meningkatkan perpecahan di tengah masyarakat “di saat negara kita perlu merangkul martabat dan hak setiap prang.”

Partai anti-imigran Garis Keras (Starm Kurs) pada hari Kamis membakar salinan al-Qur’an di Rinkeby,  wilayah yang didominasi Muslim Stockholm.

Ini terjadi beberapa hari setelah aksi serupa di kota Malmo, selatan Swedia.

Kekerasan yang terjadi kemudian menyebabkan beberapa petugas polisi terluka, dan setidaknya 10 orang ditangkap.

Polisi juga melarang pimpinan kelompok Rasmus Paludan untuk memasuki Swedia selama dua tahun.

Turki dan Pakistan juga mengecam keompok ekstremis garis keras di Swedia atas aksi islamphobia yang mereka lakukan.

(T.RA/S: Anadolu Agency)

leave a reply