Peneliti Spanyol: Serangan Israel ke Suriah adalah Pelanggaran Nyata terhadap Hukum Internasional

Pablo Sabbagh, menegaskan bahwa Suriah memiliki hak untuk mempertahankan diri, terutama di saat sekutu Israel di Dewan Keamanan PBB menolak untuk mengutuk permusuhan tersebut.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,10 Jan 2021,11:39 AM

Madrid, SPNA – Peneliti dan akademisi Complutense State University Spanyol, Madrid, Pablo Sabbagh, Jumat (08/01/2021), mengecam serangan yang dilakukan berulang kali oleh Israel di tanah Suriah. Ia menekankan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan ancaman bagi keamanan regional dan global.

Dalam sebuah wawancara dengan koresponden SANA di Madrid, Pablo Sabbagh, menegaskan bahwa Suriah memiliki hak untuk mempertahankan diri, terutama di saat sekutu Israel di Dewan Keamanan PBB menolak untuk mengutuk permusuhan tersebut.

“Mereka yang tetap diam terhadap serangan Israel adalah mereka yang melanggar keabsahan hukum internasional dan piagam PBB dan menyetujui langkah-langkah tekanan sepihak yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap rakyat Suriah,” sebut Sabbagh.

Hal serupa juga dikemukakan peneliti dan profesor sejarah di Universitas swasta “CIU San Paolo” di Madrid dan kepala Forum Sosial Budaya, José Luis Aurela. Ia mengkritik peran media Barat yang mendistorsi fakta tentang apa yang dilakukan organisasi teroris dan serangan berulang Israel di tanah Suriah. José Luis Aurela menyerukan pencabutan tindakan kekerasan dan tekanan terhadap Suriah serta izin untuk mendapatkan peralatan kesehatan bagi rakyat Suriah dalam menghadapi pandemi Corona.

Sementara itu, peneliti militer dan direktur Institut Geopolitik Spanyol, Juan Antonio Aguilar, mengutuk rencana terstruktur melawan Suriah, agresi militer berkelanjutan oleh entitas Zionis, dukungan eksternal untuk ISIS dan kelompok bersenjata lainnya, blokade ekonomi. Antonio Aguilar juga mengutuk pencurian minyak dan properti rakyat Suriah, di samping penerapan ekonomi yang menekan yang tidak adil terhadap Suriah.

Antonio Aguilar juga merujuk peran rezim Turki dalam mendukung organisasi teroris dan dukungan Amerika Serikat dan Israel untuk Milisi Qasd yang menargetkan Suriah dan pemerintah yang sah.

 (T.NA/S: SANA)

leave a reply
Posting terakhir