Bikin Merinding, di tengah Blokade dan Keterjajahan, Muslimin Palestina Patungan Bantu Korban Bencana Alam di Indonesia, Menembus Batas Kemanusiaan

“Sampaikan salam persahabatan kami kepada seluruh rakyat Indonesia dan NGO di Indonesia. Sampaikan pula belasungkawa kami kepada pemerintah Indonesia," tegas Doktor Syekh Emad sembari menyerahkan sajadah biru berisi uang receh dan uang kertas. Berikut ini adalah kisah Muslimin Palestina, di tengah keterbatasan, mereka berani patungan, menyumbangkan harta sebagai bentuk kepedulian mereka kepada rakyat Indonesia yang sedang dilanda bencana.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Fri,22 Jan 2021,01:12 PM

Gaza, NPC - Selasa (18/01/2021), Muslimin Palestina di Gaza menggelar shalat gaib dan mendoakan rakyat Indonesia, khususnya yang menjadi korban bencana alam di beberapa wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Barat dan wilayah lainnya. Selepas itu, tiba-tiba Doktor Syekh Emad, yang mengimami shalat tersebut, berkata, "Jemaah yang kami hormati, semoga doa dan shalat gaib yang kita laksanakan tadi dikabulkan oleh Allah. Saat ini, kami membuka kesempatan bagi jemaah sekalian yang ingin memberi donasi. Kami persilahkan, ada sajadah d barisan depan."

"Yang kita lakukan ini mungkin tidak bernilai bagi rakyat Indonesia. Namun, semua ini kita lakukan sebagai bentuk kecintaan dan solidaritas. Ini adalah bukti persahabatan antara Indonesia dan Palestina. Kami sangat yakin, donasi kami ini tidak berarti dan tidak mengurangi penderitaan saudara kami korban bencana alam di Indonesia," ungkap Syekh.

"Dana ini kami serahkan kepada Abdillah Onim (Bang Onim) Selaku warga negara Indonesia yang menetap di Gaza Palestina. Dana ini amanah atas nama seluruh masyarakat Palestina. Kami juga menyampaikan duka mendalam atas musibah bencana alam yang menimpa saudara kami di sana. Sampaikan salam persahabatan kami kepada seluruh rakyat Indonesia, kepada NGO di Indonesia, juga sampaikan belasungkawa kami kepada pemerintah Indonesia. Mohon diterima," tegasnya, sembari menyerahkan sajadah biru berisi uang receh dan uang kertas.

Hadir momen tersebut, Abdillah Onim (Bang Onim) yang menjabat sebagai Pembina dan Pendiri Lembaga Filantropi Nusantara Palestina Center (NPC). Di saat yang sama, beliau dirundung haru, tak bisa berkata apa-apa. Beliau hanya menahan air mata agar tidak berlinang di hadapan jemaah wanita, anak-anak, ulama dan warga sipil lainnya.

"Saya hanya menatap para jemaah di depan saya. Ingin rasanya menolak dengan bijak, tetapi khawatir akan menyinggung perasaan mereka," ucap Bang Onim mengisahkan.

"Atas nama pribadi, seluruh rakyat Indonesia, Muslimin Indonesia, dan korban bencana alam di Indonesia, saya ucapkan Jazakallahu Khairan Katsiran, terima kasih Kami kepada rakyat Palestina," tutur Bang Onim dengan suara terbata-bata dan tangan gemetar menahan haru.

"Kalian rakyat Palestina sedang hidup terjajah dan penuh penderitaan, tapi berani menyumbangkan harta kalian untuk Indonesia, negara yang bebas merdeka?" bisiknya dalam hati.

Salah seorang jemaah, Ustadzah Huda, atas nama Muslimah Palestina, mengeluarkan uang kertas dari tas selempang hitamnya. Tangannya terjulur ke sajadah biru sembari berucap, "Demi Allah, kalian adalah saudara kami. Meski bukan dari rahim yang sama, bukan dari suku yang sama, bukan negara yang sama. Tapi cinta, persahabatan dan aqidah telah menyatukan hati kita. Uang ini saya donasikan dan mungkin jumlahnya tak berarti bagi kalian. Ini bentuk solidaritas kami untuk saudara kami di Indonesia," lanjut Huda.

Muslimah Palestina lainnya, Ummu Raja, tak banyak berkata. Ia rela menyumbangkan uang 300 dolar miliknya dan berkata, "Ini sudah menjadi kewajiban kami rakyat Palestina. Apapun situasi yang kami rasakan, persahabatan dengan negara lain, khususnya Indonesia, selalu kami kedepankan. Hubungan yang kita jalin atas landasan cinta, kasih sayang dan aqidah. Apa yang saya sumbangkan ikhlas karena Allah. Sampaikan salam kami untuk rakyat Indonesia," tegasnya.

Seorang hafidz cilik, Mahmud Ulwan, menjulurkan tanggan sembari meletakkan uang receh. Mungkin ini uang jajannya di sekolah. Ia lalu berkata, "nilainya sangat kecil dan saya iklas untuk teman-teman saya korban bencana alam di Indonesia, semoga berkah."

Marwah, seorang hafidz cilik yang lain, atas nama pribadi dan anak-anak Palestina, mengatakan, "hari ini saya datang ke sini untuk memberikan solidaritas bagi saudara kami di Indonesia yang sedang dilanda bencana alam. Sumbangan ini dari saya, iklas karena Allah."

Di tengah antusias warga, Syekh Emad bertutur, "Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasinya, atas nama Anda semua dan atas nama bangsa Palestina di manapun berada, kami menyampaikan belasungkawa mendalam kepada saudara kami di Indonesia atas musibah gempa bumi. Khususnya pula kepada Bapak Abdillah Onim dan Kantor NPC di Jalur Gaza dan di Indonesia."

Donasi senilai 567 dolar (Rp.8 juta) terkumpul dan akan disalurkan Kantor NPC agar amanah ini bisa disampaikan kepada para korban bencana alam di Indonesia.

"Mari kita mengumpulkan donasi untuk saudara-saudara yang menjadi korban bencana alam di Indonesia Insya Allah," himbau Syekh Emad.

"Duka dan belasungkawa kami haturkan kepada Anda serta seluruh rakyat dan pemerintah Indonesia," ucapnya menutup kegiatan tersebut.

(SPNA)

leave a reply
Posting terakhir
1.JPG

Muslimin Indonesia menghadiahi minibus untuk TK. Nurani Indonesia Kota Gaza Palestina

Gaza, SPNA - Jumlah anak yatim di Jalur Gaz tidak kurang dari 28 ribu jiwa. Mayoritas dari mereka kehilangan orang tua yang menjadi korban perang, akibat sakit atau mengidap penyakit akut seperti kanker dll. Krisis obat-obatan yang melanda Gaza, mengakibatkan tidak sedikit warga Gaza –yang menderita penyakit parah- harus dirawat di rumah sakit di luar Gasa. Sayangnya,