Tunisia Khawatirkan Gelombang Ketiga Virus Corona

Selain prediksi WHO, berlangsungnya gelombang ketiga virus corona di sebagian negara dunia, menyebabkan Otoritas Tunisia Khawatir. Angka kematian akibat virus Wuhan itu di Tunisia berjumlah 8,6 ribu dari 248 ribu total kasus infeksi.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Fri,26 Mar 2021,06:09 AM

Tunis, SPNA - Seorang anggota Komite Ilmiah Tunisia untuk Penanganan Virus Corona, Al-Hashimi, mengungkapkan ketakutannya bahwa Tunisia akan terpapar gelombang ketiga pandemi Covid-19. Dikutip dari lansiran RT.Arabic.com, Kamis (25/03/2021).

Al-Hashimi menekankan bahwa 32 ribu warga Tunisia telah menerima vaksin selama 12 hari terakhir. Sedangkan jumlah yang telah mendaftarkan diri kepada Kemenkes melalui website evax.tn, mencapai sekitar 700 ribu orang.

Pekan lalu, Otoritas Tunisia mengumumkan telah menerima sebanyak 30 ribu dosis vaksin dari jenis Sputnik V produksi Rusia. Setengah dari total dosis tersebut akan diperuntukkan untuk tenaga medis.

Dikutip dari Wikipedia.com, total penduduk Tunisia per tanggal 1 Juli 2017 berjumlah 11.4 juta jiwa.

Kampanye nasional untuk vaksinasi virus Corona di Tunisia baru  diluncurkan pada 13 Maret, setelah datangnya vaksin dari Rusia.

Total korban covid-19 sejak awal pandemi hingga hari ini berjumlah  248 ribu jiwa, Dengan angka kematian sekitar 8,6 ribu jiwa.

Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan terkait gelombang ketiga virus Corona sedari November bulan lalu. WHO memprediksikan bahwa itu akan terjadi pada awal 2021, tahun ini.

(T.HN/S: RT.Arabic)

leave a reply
Posting terakhir

Palestina Hadapi Gelombang Kedua Penyebaran Virus Corona

Menteri Kesehatan Palestina, Mai al-Khaileh memperingatkan bahwa Palestina menghadapi gelombang kedua penyebaran virus corona. Dia juga menegaskan bahwa Palestina harus mengambil langkah-langkah preventif demi melindungi warga, Maannews melaporkan (18/06).

Gaza Terima Vaksin Corona Gelombang Pertama

Vaksin Corona yang dikirim oleh Pemerintah Palestina di Tepi Barat, tiba  hari ini di Gaza. Kiriman yang merupakan gelombang pertama tersebut berisikan 2.000 dosis vaksin dari jenis Sputnik.