PM Israel Menyerukan Seluruh Pihak Menghormati Aturan dan Mengembalikan Stabilitas di Al-Quds

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengajak seluruh pihak mewujudkan stabilitas di Al-Quds menyusul bentrok panas yang terjadi beberapa hari terakhir melibatkan gerakan ekstremis Yahudi “Haikal Sulaiman” dan warga Palestina.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,25 Apr 2021,10:57 AM

Al-Quds, SPNA – Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengajak seluruh pihak mewujudkan stabilitas di Al-Quds menyusul bentrok panas yang terjadi beberapa hari terakhir melibatkan gerakan ekstremis Yahudi “Haikal Sulaiman” dan warga Palestina.

“Kami harap seluruh pihak menghormati aturan yang berlaku dan kembali mewujudkan stabilitas di Al-Quds,” tuturnya seperti dikutip Rt Arabic, Sabtu malam (24/04/2021).

Di saat yang sama sekte Yahudi Haredi juga mengecam penyerangan yang dilakukan gerakan ekstremis “Haikal Sulaiman” dan menyebabkan bentrok panas di Al-Quds sejak Kamis lalu.

“Kami tidak ingin hal ini dikaitkan dengan warga Yahudi yang taat agama. Yahudi Haredi tidak ada hubungan dengan aksi kekerasan di Al-Quds, “ seperti dikutip Rt Arabic.

Sekte Haredi juga menyerukan seluruh pihak menghentikan perang dan mengembalikan situasi seperti semula serta menyerukan siswa di sekolah Yahudi agar tidak  ikut serta dalam aksi demo yang dipelopori kelompok Haikal Sulaiman.

Situasi Palestina kembali memanas menyusul aksi demo berujung bentrok yang meletus di wilayah Tepi Barat, Al-Quds dan Jalur Gaza, Sabtu malam (24/04/2021).

Bentrok panas terjadi di dua wilayah di Al-Quds melibatkan warga Palestina dan pasukan pendudukan Israel (IDF). Di desa Esaweya dan Al-Tur pasukan Israel melepas gas air mata dan peluru karet lalu dibalas oleh warga Palestina dengan bom molotov.

Bulan Sabit Merah melaporkan 14 warga Palestina luka-luka, sementara beberapa lainnya ditangkap IDF.

Di Nablus, bentrok juga meletus di desa Hawara yang melukai 100 warga Palestina akibat peluru karet dan gas air mata.

Ribuan warga Gaza di berbagai wilayah juga menggelar aksi solidaritas untuk Al-Quds dan mengecam pelanggaran yang dilakukan ekstremis Yahudi dalam beberapa hari terakhir.

Kelompok “Haikal Sulaiman”, Kamis lalu menggelar aksi demo menyerukan penyerangan terhadap warga Palestina dengan slogan “Kematian untuk Arab” dimana aksi tersebut memancing kemarahan warga Palestina dan berujung kepada bentrok antara kedua belah pihak.

Jum’at dini hari (23/04),  puluhan Yahudi ekstremis dilaporkan menyerang kendaraan Palestina dengan bom molotov di Syaikh Jarrah, Al-Quds. Mereka juga mencoba masuk ke rumah warga namun melarikan diri setelah mendapatkan perlawanan.

Pemerintah Palestina dalam pernyataan resmi mengecam serangan ekstemis Yahudi terhadap warga Palestina dan  menuntut Israel bertanggung jawab atas situasi keamanan di Al-Quds.  “Al-Quds adalah ibukota abadi Palestina dan garis merah yang tak boleh dilanggar,‘’ tegas Ramallah dalam pernyataan yang dilansir Shorouknews.

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply
Posting terakhir

Sekjend PBB Menyerukan Seluruh Pasukan Asing Untuk Keluar Dari Libya

Sembilan tahun setelah jatuhnya Muammar Qaddafi, Libya terus berjuang untuk mengakhiri konflik kekerasannya dan membangun institusi negara. Aktor asing telah memperburuk masalah Libya dengan menyalurkan uang dan senjata kepada proksi yang menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan rakyat Libya. Upaya PBB untuk menengahi perdamaian abadi belum berhasil, dibayangi oleh persaingan konferensi perdamaian yang disponsori oleh berbagai pemerintah asing.