Palestina Kembali Memanas, Lebih dari 100 Warga Terluka dalam Bentrok Melawan IDF

Di desa Esaweya dan Al-Tur provinsi Al-Quds,  pasukan Israel melepas gas air mata dan peluru karet lalu dibalas oleh warga Palestina dengan bom molotov. Bulan Sabit Merah melaporkan 14 warga luka-luka, sementara beberapa lainnya ditangkap.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,25 Apr 2021,10:58 AM

Al-Quds, SPNA – Palestina kembali memanas menyusul aksi demo berujung bentrok di Tepi Barat, Al-Quds dan Jalur Gaza, Sabtu malam (24/04/2021).

Di desa Esaweya dan Al-Tur provinsi Al-Quds,  pasukan Israel melepas gas air mata dan peluru karet lalu dibalas oleh warga Palestina dengan bom molotov. Bulan Sabit Merah melaporkan 14 warga luka-luka, sementara beberapa lainnya ditangkap.

Di Nablus, bentrok juga meletus di desa Hawara yang melukai 100 warga Palestina akibat peluru karet dan gas air mata.

Di saat yang sama ribuan warga Gaza di berbagai wilayah juga menggelar aksi solidaritas untuk Al-Quds dan mengecam pelanggaran yang dilakukan ekstremis Yahudi dalam beberapa hari terakhir.

Gerakan perlawanan Palestina selama dua hari terakhir juga melancarkan serangan roket menyasar permukiman Israel,  Palinfo melaporkan.

Ketegangan di  Al-Quds meningkat setelah kelompok “Haikal Sulaiman”, Kamis lalu menggelar aksi demo menyerukan penyerangan terhadap warga Palestina dengan slogan “Kematian untuk Arab”.

Di Syaikh Jarrah, Jum’at dini hari, puluhan Yahudi ekstremis dilaporkan menyerang kendaraan Palestina dengan bom molotov. Mereka juga mencoba masuk ke rumah warga namun melarikan diri setelah mendapatkan perlawanan.

Pemerintah Palestina dalam pernyataan resmi mengecam serangan ekstemis Yahudi terhadap warga Palestina dan  menuntut Israel bertanggung jawab atas situasi keamanan di Al-Quds.  “Al-Quds adalah ibukota abadi Palestina dan garis merah yang tak boleh dilanggar,‘’ tegas Ramallah dalam pernyataan yang dilansir Shorouknews.

Sementara itu Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengajak seluruh pihak mengembalikan stabilitas di Al-Quds. “Kami harap seluruh pihak menghormati aturan yang berlaku dan kembali mewujudkan stabilitas di Al-Quds.”

Di saat yang sama sekte Yahudi Haredi juga mengecam penyerangan yang dilakukan gerakan Yahudi ekstremis Haikal Sulaiman. “Kami tidak ingin hal ini dikaitkan dengan warga Yahudi yang taat agama. Yahudi Haredi tidak ada hubungan dengan aksi kekerasan di Al-Quds,“ seperti dikutip Rt Arabic.

Sekte Haredi juga menyerukan seluruh pihak menghentikan perang dan mengembalikan situasi seperti semula serta menyerukan siswa di sekolah Yahudi agar tidak  ikut serta dalam aksi demo yang dipelopori kelompok Haikal Sulaiman.

(T.RS/S:Youm7)

leave a reply
Posting terakhir