Israel Hancurkan 19 Bangunan dan Tangkap 137 Penduduk Palestina di Yerusalem selama Agustus

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa pendudukan Israsel menangkap 137 warga Yerusalem, termasuk enam anak, 37 anak di bawah umur, dan empat perempuan.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,09 Sep 2021,02:17 PM

Yerusalem, SPNA - Pusat Informasi Wadi Hilweh, pada Selasa (07/09/2021), mengeluarkan laporan yang menunjukkan bahwa otoritas pendudukan Israel memaksa 15 keluarga Palestina untuk menghancurkan bangunan milik mereka sendiri di Yerusalem yang diduduki, pada Agustus lalu.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa pendudukan Israsel menangkap 137 warga Yerusalem, termasuk enam anak, 37 anak di bawah umur, dan empat perempuan.

Laporan mencatat bahwa penangkapan terkonsentrasi di kota Silwan, Al-Tur, Al-Isawiya, Sheikh Jarrah, dan kamp Shuafat, di mana sekitar 50 penduduk Palestina ditahan. Selain itu, penangkapan juga tercatat terjadi di Masjid Al-Aqsha, jalan sekitarnya, daerah Bab Al-Amoud dan kawasan sekitarnya.

Wadi Hilweh menunjukkan bahwa otoritas pendudukan Israel selama bulan Agustus, memperbaharui masa penahanan administratif empat tahanan Yerusalem, dan memberlakukan tahanan rumah kepada empat orang yang baru dibebaskan di tempat tinggal mereka dalam jangka waktu mulai dari 3-6 bulan.

Laporan Wadi Hilweh juga menunjukkan bahwa otoritas pendudukan Israel memperbarui keputusan yang dikeluarkan terhadap gubernur Yerusalem, Adnan Ghaith, yang melarangnya memasuki Tepi Barat, dan berpartisipasi dalam acara apa pun atau memberikan bantuan di Yerusalem.

“Pendudukan Israel mencegah pelaksanaan acara perayaan untuk menghormati para siswa sekolah menengah, di kota Issawiya, yang diadakan oleh Komunitas Issawiya di bawah naungan Dana Wakaf Yerusalem, dan melarang pelaksanaan acara untuk anak-anak di kota Beit Hanina. Mereka juga melarang acara turnamen catur diHotel Ad-Dar,” sebut Laporan Wadi Hilweh.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir