Sheikh Suleiman Dweesh, cendekiawan Islam terkemuka gugur dalam penjara di Arab Saudi

Cendekiawan Islam terkemuka Sheikh Suleiman Dweesh telah meninggal setelah mengalami penyiksaan di sebuah penjara Arab Saudi, AlKhaleejonline.com melaporkan pada hari Selasa (14/08/2018).

BY 4adminEdited Wed,15 Aug 2018,10:24 AM

MEMO - Riyadh

Riyadh, SPNA - Cendekiawan Islam terkemuka Sheikh Suleiman Dweesh telah meninggal setelah mengalami penyiksaan di sebuah penjara Arab Saudi, AlKhaleejonline.com melaporkan pada hari Selasa (14/08/2018). Menurut akun twitter yang mendokumentasikan dan melaporkan berita tahanan politik di Kerajaan, Sheikh ditangkap pada 22 April 2016.

Fakta bahwa rincian lengkap dari perawatan yang Sheikh Dweesh terungkap menunjukkan adanya hal yang tidak manusiawi. Beliau ditangkap kurang dari sehari setelah memposting komentar kritis tentang Putra Mahkota Mohammad Bin Salman di media sosial.

Pihak berwenang Saudi juga telah menangkap ulama terkenal, Sheikh Nasser Al-Omar, di Mekkah, akun Twitter Prisoners of Conscience melaporkan.

"Kami mengkonfirmasi berita penangkapan Syaikh Nasser Al-Omar, mantan profesor di Fakultas Agama di Universitas Islam Imam Muhammad Ibn Saud, dan penangguhan akun Twitter-nya," tulis kelompok tersebut, Minggu (12/08/2018).

Pihak berwenang Saudi memanggil Sheikh Al-Omar pada September tahun lalu untuk penyelidikan dan memintanya untuk tidak ikut campur atau berdiskusi mengenai isu-isu politik.

Abdullah Al-Ouda, putra ulama terkemuka Salman Al-Ouda yang telah ditahan oleh pemerintah Saudi selama hampir setahun, mengatakan di Twitter bahwa Syekh Al-Omar ditangkap pada Selasa pekan lalu di Mekah.

Al-Omar dikenal karena menolak kehadiran pangkalan militer AS di tanah Saudi.

Sejak diangkat sebagai Putra Mahkota, Bin Salman telah membuat ribuan tokoh oposisi politik dan agama ditangkap. Mereka termasuk ratusan sarjana Syariah, intelektual dan Syekh terkemuka serta profesor universitas.

Bin Salman juga mengkritik Human Rights Watch, Amnesty International dan kelompok-kelompok hak asasi lainnya yang mengutuk tindakan kerasnya atas kebebasan berekspresi di Arab Saudi. Kelompok-kelompok semacam itu menyerukan pembebasan orang-orang Saudi yang ditahan karena menentang pemimpin de fakto negara tersebut.

(T.RA/S: MEMO)

 

leave a reply
Posting terakhir