PBB: Israel hambat pasokan air bersih untuk 2 juta penduduk Gaza

Israel terus menerus membangun permukiman ilegal di wilayah yang diduduki di Tepi Barat, bagi pagi PBB dan Negara Internasional tindakan tersebut Israel tersebut melanggar hukum, ‘’ ujar Micheal Lynk, Reporter PBB terkait situasi kemanusiaan di Palestina.

BY adminEdited Tue,19 Mar 2019,03:58 PM
michael lynk

Jalur Gaza, SPNA – PBB melaporkan bahwa pemerintah Israel menghambat pemasokan air bersih terhadap jutaan warga Palestina serta diduga menjarah barang tambang di wilayah yang diduduki.

“Israel terus menerus membangun permukiman ilegal di wilayah yang diduduki di Tepi Barat, bagi pagi PBB dan Negara Internasional tindakan tersebut Israel tersebut melanggar hukum, ‘’ ujar Micheal Lynk seperti dilansir Rt Arabic, Selasa (19/03/2019).

Reporter PBB terkait situasi kemanusiaan di Palestina tersebut menambahkan: “Sekitar 20 hingga 25 ribu warga Israel bermukim di wilayah Palestina yang diduduki setiap tahunnya. Sementara itu di Jalur Gaza, pasokan air tanah di wilayah pesisir yang selama ini menjadi sumber air minum bagi 2 juta warga Gaza tidak lagi dapat digunakan akibat pencemaran.”

Lynk menjelaskan bahwa PBB mempersiapkan anggaran sebesar 567 Juta Dolar AS demi menyelesaikan krisis air bersih di Jalur Gaza, serta membangun Pusat Desalinasi Air di Jalur Gaza.

Selain itu Lynk juga menjelaskan bahwa Perusahaan Tambang Israel setiap tahunnya mengangkut 17 Juta ton bebatuan. Israel dalam hal ini tidak menggubris hukum internasional terkait eksploitasi perekonomian di wilayah yang diduduki.

Berdasarkan keterangan Rt Arabic, Delegasi Israel untuk PBB memotong pernyataan Micheal Lynk karena dianggap berpihak ke Palestina. “Dalam laporannya terakhir, Micheal Lynk menuding Negara Yahudi melakukan pencurian di Palestina, ini jelas pembelaan terhadap Palestina, ‘’ ketusnya.

Jalur Gaza adalah wilayah yang terisoliasi akibat blokade yang telah berlangsung selama lebih dari 11 tahun.  Di masa itu, Gaza hancur lebur akibat 3 perang besar tahun 2009, 2012 serta 2014 yang melumpuhkan seluruh sektor kehidupan di Gaza.

 

Situasi ini diperparah setelah Pemerintah AS bulan lalu menghentikan donasinya terhadap Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA yang merupakan tulang punggung sebagian besar rakyat Gaza.

 

Akibatnya,  warga Gaza menggelar aski masal “Great March of Return”, menuntut Israel untuk menghapus blokade yang membuat warga Gaza sengsara serta memulangkan pengungsi Palestina ke tanah air.

 

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Suara Palestina dari Menkes Gaza, jumlah korban jiwa yang gugur dalam aksi tersebut sebanyak 256 orang, 45 diantaranya adalah anak-anak dan 6 orang perempuan. 

Sementara korban luka-luka mencapai 29382 jiwa dimana 3025 diantaranya adalah anak-anak dan 1008 perempuan. 530 korban mengalami luka berat dimana 443 korban terluka di bagian kepala, 704 di bagian punggung dan dada sementara 608 di bagian perut.

Awal 2018 lalu, Sekjen PBB, Antonio Guterres bahkan telah menegaskan bahwa Gaza yang memiliki populasi dua juta jiwa tersebut akan menjadi wilayah tak layak huni pada tahun 2020.

Sementara itu Profesor Hubungan Internasional Universitas Oxford, Avi Shlaim mengatakan bahwa Israel telah mengubah Jalur Gaza menjadi penjara terbesar di dunia. 

Awal bulan Maret,  Kementerian Kesehatan Palestina melansir laporan jumlah korban dalam demonstrasi Great March of Return sejak 30 Maret 2018 lalu.

 (T.RS/S:RtArabic)

leave a reply
Posting terakhir

Israel hentikan pasokan air bersih ke Gaza

Jalur Gaza, SPNA - Israel menghentikan pasokan air minum untuk Jalur Gaza sejak Rabu lalu, Quds Press melaporkan pada hari Senin (19/03/2018). Langkah tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.