Kebakaran hutan Amazon mengancam paru-paru dunia

NASA merilis laporan yang menunjukkan 1.663 titik kebakaran baru di Brasil, setengahnya berada di hutan Amazon.

BY adminEdited Tue,27 Aug 2019,12:53 PM

Brasilia

Brasilia, SPNA – Kebakaran di hutan Amazon telah meluas yang mencakup lebih dari 1,5 ribu hektar. Dalam sebuah pernyataan, Lembaga Nasional untuk Penelitian Luar Angkasa (NASA), mengatakan bahwa terdapat 1.663 titik kebakaran baru terdeteksi di Brasil, setengahnya berada di hutan Amazon.

Observatorium NASA memposting gambar di situs webnya, menunjukkan lapisan asap tebal menutupi area luas hutan Amerika Latin. Sementara negara bagian Brasil, Amazonas menyatakan keadaan darurat akibat kebakaran. Lapisan asap tersebar di area seluas 3,2 juta kilometer persegi di atas benua Latin.

Pihak berwenang Brasil mengkonfirmasi sebelumnya bahwa hutan-hutan ini telah menyaksikan lebih dari 72 ribu kebakaran tahun ini, meningkat 83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam situasi genting, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, justru memancing kemarahan jutaan orang di seluruh dunia, setelah menuduh LSM setempat berada di balik kebakaran hutan Amazon,  seperti dilansir media Brasil.

Tuduhan Bolsonaro itu adalah upaya untuk mengaburkan kegagalan pemerintahnya untuk "melindungi hutan hujan tropis terbesar di dunia," kata pakar lingkungan dan iklim dalam menanggapi pernyataan itu.

Kebakaran di hutan Amazon, yang disebut "Paru-Paru Bumi" itu terus meluas hingga gumpalan asap muncul dalam gambar yang diambil dari luar angkasa.

Kebakaran ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah. Hutan Amazon merupakan yang terpenting di dunia dan salah satu daerah alami tertua, yang menempati sebagian besar wilayah Brazil dan beberapa daerah di sekitarnya, seperti Guyana, Peru, Venezuela dan Ekuador.

Memiliki luas sekitar 550 juta hektar, membuat Amazon memainkan peran utama melalui pohon-pohonnya, yaitu sekitar 390 miliar pohon dari 16 ribu spesies berbeda, dalam memproduksi oksigen, elemen paling penting bagi semua makhluk.

Dua puluh persen dari total Oksigen di atmosfer dipercaya merupakan hasil produksi hutan Amazon.

Dari BBC, bencana yang mengancam keselamatan dunia ini turut menarik perhatian aktor Amerika, Leonardo DiCaprio. Melalui Yayasan Earth Alliance-nya, ia mendonasikan USD 5 juta untuk membantu proses pemadaman kebakaran.

(T.HN/S: Youm7)

leave a reply