Kehidupan 2 tahanan Palestina terancam akibat kelalaian medis Israel

Bassam Sayeh menderita menderita pembengkakan hati, Leukemia dan kanker tulang. Sementara Sami abu Diak telah mengidap kanker selama tiga tahun.

BY adminEdited Tue,03 Sep 2019,02:21 PM

Tepi Barat

Tepi Barat, SPNA - Kepala Komite Urusan Narapidana dan Mantan Narapidana, Qadri Abu Baker, pada hari Minggu (01/09/2019) memperingatkan bahwa kondisi kesehatan tahanan yang sakit, Bassam Sayeh dan Sami abu Diak, semakin memburuk.

Ia menyatakan bahwa kedua tahanan bisa meninggal kapan saja akibat "pembunuhan" medis sistematis yang dilakukan pihak berwenang Israel terhadap para tahanan.

Abu Baker mengatakan bahwa Sayeh mengalami kondisi yang paling berbahaya di penjara Israel. Ia menderita pembengkakan hati dan melemahnya otot-otot jantung di samping akumulasi cairan di paru-parunya.

"Sayeh dalam kondisi yang sangat sulit dan berbahaya. Ia telah menderita Leukemia dan kanker tulang selama bertahun-tahun serta penyakit jantung kronis," tambahnya.

Komite juga memperingatkan akan memburuknya kesehatan Sami Abu Diak, yang telah menderita kanker selama tiga tahun, dan ia “menjadi sasaran kelalaian medis yang disengaja di rumah sakit Soroka Israel. Sebagian ususnya dikeluarkan, yang menyebabkannya toksisitas dan gagal paru-paru dan ginjal,” tutur Abu Baker.

"Setelah itu, Sami Abu Diak menjalani tiga operasi dan dibius selama sebulan penuh," ia menambahkan.

Pasukan Israel telah menangkap Sayeh pada 8 Oktober 2015. Ia telah mengalami kondisi yang sangat sulit. Sementara Sami Abu Diak ditangkap pada 2002 dan dijatuhi hukuman tiga kali penjara seumur hidup dan 30 tahun.

(T.RA/S: QNN)

leave a reply