Mufti Mesir Serukan Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina

Bertepatan dengan Hari Solidaritas Untuk Palestina, Jum’at (29/11/2019), Mufti Mesir menyerukan dunia internasional serta organisasi terkait agar segera bertindak menghentikan pelanggaran hukum terhadap kota suci Al-Quds dan situs sucinya.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,30 Nov 2019,10:03 AM

Kairo, SPNA - Mufti Mesir Dr. Shauqi Allam menyerukan dunia internasional untuk mendukung kemerdekaan Palesina yang sah dengan  Al-Quds sebagai ibukotanya.

Bertepatan dengan Hari Solidaritas Untuk Palestina, Jum’at (29/11/2019), Mufti Mesir menyerukan dunia internasional serta organisasi terkait agar segera bertindak menghentikan pelanggaran hukum terhadap kota suci Al-Quds dan situs sucinya.

Beliau juga menyerukan dunia Islam, bangsa Arab seluruh organisasi PBB  terutama UNESCO agar menghentikan rencana yahudisasi terhadap kota suci Al-Quds yang membahayakan Masjid Al-Aqsa.

“Kami memperingatkan dunia akan rencana Israel yang ingin menjadikan kota suci Al-Quds sebagai kota Yahudi serta melenyapkan identitas Islam dan Arab.

Majelis Umum PBB pada tahun 1977, menetapkan tanggal 29 November setiap tahun, sebagai Hari Internasional Solidaritas untuk Palestina rakyat Palestina.

Berikut ini beberapa pelanggaran hukum yang dilakukan Israel terhadap kota suci Al-Quds menurut organisasi Al-Quds internasional:

 

1. Mengusik Masjid Al-Aqsa dan merendahkan umat Islam dengan menutup sejumlah Musholla, mendeportasi warga Palestina dari Al-Quds, mengusir umat Islam yang melakukan i’tikaf di Masjid Al-Aqsa. Israel juga menganiaya warga Palestina, bahkan menembak warga sipil dengan peluru tajam.

 

2. Pemerintah Israel menjadikan nama-nama Rabi Yahudi dengan nama jalan di kota suci Al-Quds. Israel juga menerapkan kurikulum Zionis di sekolah-sekolah Arab, mendorong warga Arab mempelajari bahasa Ibrani agar mudah mendapat pekerjaaan.

 

3. Israel meratakan 16 gedung yang berisi 100 rumah warga Palestina di Wadi Al-Homs desa Sur Baher dengan dalih bahwa gedung tersebut dibangun dekat dengan tembok pemisah serta untuk memperluas permukiman Israel.

 

4. Menyita properti warga Palestina dengan berbagai cara.

 

5. Membangun terowongan bawah tanah antara Burkah dan Silwan serta dibawah Masjid Al-Aqsa dan tembok ratapan. Acara peresmian terowongan bawah tanah tersebut dihadiri Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman. Hal ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat membenarkan pelanggaran di kota suci tersebut.

 

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply
Posting terakhir