UNRWA Mengajukan Pendanaan dalam Pertemuan Komisi Penasihat di Yordania

Komisi Penasihat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) membahas mengenai strategi Badan tersebut dan tantangan yang dihadapinya dalam memberikan layanan kepada jutaan pengungsi Palestina.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,30 Nov 2019,03:27 PM

Amman, SPNA - Komisi Penasihat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) bertemu di Yordania pada 25-26 November. Komisi membahas mengenai strategi Badan tersebut dan tantangan yang dihadapinya dalam memberikan layanan kepada jutaan pengungsi Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat (termasuk Yerusalem Timur), Yordania, Lebanon dan Suriah.

"UNRWA baru saja menerima dukungan luar biasa di Komite Keempat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi juga menghadapi kombinasi tantangan yang paling kompleks dalam 70 tahun keberadaannya," kata Penjabat Komisaris-Jenderal Christian Saunders.

"Kami bekerja keras untuk mengatasi tantangan ini dengan bantuan donor dan negara tuan rumah. Namun kami sangat membutuhkan dana tambahan jika kami ingin memastikan penyediaan layanan penting bagi lebih dari 5,5 juta pengungsi Palestina yang kami layani."

Pertemuan dua hari ini juga fokus pada langkah-langkah baru untuk memperkuat efektivitas organisasi seiring dengan peningkatan transparansi, efisiensi dan akuntabilitas.

Pejabat Komisaris Jenderal itu mengulangi seruan mendesaknya bagi semua mitra untuk melanjutkan dukungan mereka kepada UNRWA, dan memohon kepada anggota Komisi Penasihat yang masih menahan dana yang dijanjikan untuk segera mencairkannya. Dia juga meminta semua anggota untuk meningkatkan kontribusi mereka untuk memenuhi kebutuhan pengungsi Palestina yang paling mendesak.

"UNRWA membutuhkan setidaknya $ 167 juta antara sekarang dan akhir tahun untuk dapat melanjutkan program-programnya di bidang pendidikan, kesehatan, bantuan, layanan sosial, peningkatan kemah, keuangan mikro, perlindungan dan bantuan darurat.

"Pada pertemuan tersebut, Jerman mengumumkan dana proyek multi-tahun baru hingga EUR 69 juta, di mana EUR 25 juta akan dicairkan pada 2019. Jerman juga menjanjikan EUR 2,5 juta untuk Banding Darurat UNRWA di Suriah, yang juga akan dicairkan pada 2019. Sejalan dengan itu, Uni Eropa mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan dukungan EUR 21 juta.

"UNRWA adalah lembaga yang sangat tangguh yang sedang mengalami krisis keuangan terburuk dalam sejarahnya dan membutuhkan perhatian dan dukungan mendesak dari masyarakat internasional," kata Saunders, "Masa depan pengungsi Palestina ada di tangan Anda."

(T.RA/S: WAFA)

leave a reply
Posting terakhir