Dituduh menyerukan perlawanan, seorang khatib Al-Aqsa dilarang masuk Kota Yerusalem

Syekh Ismail Nawahadhah, salah satu khatib senior Masjid Al-Aqsa, oleh Israel tidak diizinkan untuk menginjakkan kaki di Masjid Al-Aqsa. Ia dituduh mengajak warga untuk menentang penjajahan Israel. 

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,06 Jan 2020,10:08 AM

Yerusalem, SPNA - Israel dilaporkan belum mencabut hukuman terhadap seorang khatib Masjid Al-Aqsa, Syekh Ismail Nawahadhah (74 tahun), yang dituduh menyerukan perlawan terhadap penjajahan.

Hukuman larangan masuk ke Kota Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa tersebut telah ia jalani selama tiga pekan.

Pengacara dari Departemen Wakaf Palestina mengatakan tidak dapat berbuat banyak dalam hal ini. Intelijen Israel bahkan tidak menjelaskan alasan di balik persekusi tersebut.

Tiga pekan lalu, militer Israel menangkap Syekh Ismail dan diseret ke pos militer untuk menjalani pemeriksaan. Ia dituduh menyulut semangat warga untuk melawan penjajahan Israel.

Syekh Ismail telah menjalani profesinya sebagai Khatib Masjid Al-Aqsa selama 35 tahun. Sebelumnya ia juga pernah memangku jabatan Dekan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin di Universitas Al-Quds.

(T.HN/S: Ramallah)

leave a reply
Posting terakhir