Cegah Corona, Pemerintah Palestina ‘Lockdown’ 3 Kota

Pemerintah Palestina menerapkan kebijakan lock down di beberapa kota demi mencegah penyebaran virus Corona.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,19 Mar 2020,01:16 PM

Ramallah, SPNA – Pemerintah Palestina menerapkan kebijakan lock down di beberapa kota demi mencegah penyebaran virus Corona.

Mohammad Shtayyeh, Rabu malam (18/03/2020) dalam rekaman video yang dilansir surat kabar resmi Wafanews mengatakan bahwa kebijakan lock down diambil atas instruksi Presiden Abbas menyusul meningkatnya pasien corona di Palestina.

Dalam video berdurasi 3,5 menit Perdana Menteri Palestina tersebut mengatakan: Demi mencegah penyebaran virus corona, terlebih karena penyakit Covid-19 belum ditemukan obatnya, maka dari itu kami memutuskan:

Dilarang bagi warga Palestina di Betlehem, Beit Jala serta Beit Sahur beraktivitas di luar rumah. Bagi warga di 3 kota tersebut agar menetap di rumah, kecuali bagi tim medis. Masyarakat juga dilarang keluar masuk kota Betlehem.

Selain itu, siapapun yang diwajibkan karantina di rumah maka dilarang ke luar ke jalanan, karena hal ini dapat membahayakan nyawa orang lain. Bagi yang melanggar, akan berhadapan dengan hukum.

Selain itu Pemeirntah juga meminimalisir transportasi di seluruh wilayah Palestina kecuali untuk keperluan yang telah mendapatkan izin sebelumnya. Bus antara provinsi juga dihentikan beroperasi sementara waktu.

Disaat yang sama Jurubicara Pemeritah Palestina, Ibrahim Mulhim mengatakan bahwa jumlah penderita Covid-19 dari pihak Palestina bertambah menjadi 47 orang.

Sementara dari pihak Israel, jumlah yang terinfeksi corona bertambah menjadi 529 jiwa, 6 diantaranya dalam kondisi kritis.

Sabtu lalu (14/03/2020), Kementerian Wakaf dan urusan Keagamaan Palestina, menyerukan warga untuk melaksanakan sholat di rumah serta tidak melakukan ibadah di Masjid.

Dilansir Youm7, Wakaf Palestina menyerukan pihak Masjid hanya mengumandangkan azan dan tidak melaksanakan shoat jamaah.

Hal ini sesuai dengan rekomendasi dari lembaga kesehatan untuk menghindari perkumpulan masa dan memotong rantai penyebaran virus tersebut.

Sejak pekan lalu Badan Wakaf Palestina mengumumkan kebijakan penutupan sejumlah Masjid di Bethlehem, Gereja, Biara dan tempat-tempat umum lainnya untuk menghindari penyebaran virus Corona (Covid-19).

Kementerian Wakaf juga meminta semua pihak untuk mematuhi setiap keputusan yang berhubungan dengan kepentingan umum.

Penyebaran virus corona yang begitu cepat hingga merambat ke 114 negara membuat WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemik global. Tercatat lebih dari 200.000 kasus infeksi corona di seluruh dunia dimana 8000 pasien dinyatakan meninggal.

(T.RS/S:Wafanews)

leave a reply
Posting terakhir