Seorang warga Palestina wafat di penjara Turki, pihak keluarga menuntut penyelidikan

Zaki, yang ditangkap dengan tuduhan mata-mata untuk Uni Emirat Arab, ditemukan meninggal di penjara Silivri di sebelah barat Istanbul.

BY adminEdited Tue,30 Apr 2019,01:12 PM

Dubai, SPNA - Keluarga tahanan Palestina Zaki Mubarak Hasan menolak, Senin (29/04/2019) menolak pernyataan Turki yang mengatakan bahwa Zaki meninggal setelah melakukan bunuh diri di penjara Silivri dekat Istanbul.

Pihak keluarga menuntut komite internasional untuk menyelidiki kematian "misterius" tersebut.

"Sebagai keluarganya, kami tidak mempercayai versi Turki tentang apa yang terjadi atau pernyataan yang disampaikan oleh duta besar Palestina," kata saudara laki-laki Zaki, Zakaria saat dikonfirmasi melalui telepon oleh Asharq Al-Awsat.

Zakaria mengatakan bahwa saudaranya telah pergi ke Istanbul untuk mencari pekerjaan.

"Kami meminta semua organisasi dan pihak internasional untuk membentuk unit investigasi independen yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini," tuntutnya.

Dia mengatakan bahwa Zaki (55), memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Turki setelah pensiun dari pekerjaan. "Dia pergi mencari pekerjaan karena ia adalah ayah dari beberapa anak," kata Zakaria, seraya menambahkan bahwa saudaranya tidak bersalah dari semua tuduhan yang ditujukan pada saudaranya itu.

Kantor berita Anadolu telah mengatakan bahwa Zaki, yang ditangkap dengan tuduhan mata-mata untuk Uni Emirat Arab, melakukan bunuh diri dengan menggantung diri di penjara Silivri di sebelah barat Istanbul.

"Zaki ditemukan tergantung di pintu kamar mandi di selnya pada pukul 10:22 waktu setempat pada hari Minggu," kata sebuah pernyataan oleh Kepala Kantor Penuntut Umum Istanbul.

Dikatakan bahwa tersangka ditangkap awal bulan ini sebagai bagian dari penyelidikan oleh jaksa Istanbul atas tuduhan mata-mata oleh negara Teluk dan ditahan atas tuduhan spionase politik, militer dan internasional.

Zakaria menegaskan bahwa dia melakukan kontak dengan saudaranya ketika dia ditangkap di Istanbul, dan dia bahkan memberi tahu duta besar Palestina di Turki tentang hilangnya Zaki dan temannya.

“Saudaraku berada di Istanbul untuk menjual buncis dan kacang. Dia tidak memiliki hubungan dengan pemimpin Palestina Mohammed Dahlan,” katanya, seraya menambahkan bahwa semua laporan yang diterbitkan tentang Zaki di media Turki tidak benar.

Laporan-laporan Turki mengatakan sebelumnya bahwa Zaki dan temannya diyakini memiliki hubungan dengan Dahlan, mantan pemimpin Fatah di Gaza, yang tinggal di pengasingan di UEA.

(T.RA/S: Asharq Al-Awsat)

leave a reply
Posting terakhir