Asosiasi Peneliti Kesehatan Mental Eropa membatalkan rencana konferensi di Israel

Pembatalan tersebu dipicu oleh "kekhawatiran akan reaksi balik dari gerakan boikot internasional."

BY adminEdited Tue,09 Jul 2019,12:15 PM

Yerusalem, SPNA - Sebuah asosiasi peneliti kesehatan mental Eropa membatalkan rencana untuk mengadakan konferensi di Israel, "karena kekhawatiran akan reaksi balik dari gerakan boikot internasional."

Menurut surat kabar Israel Haaretz, keputusan Jaringan Eropa untuk Evaluasi Layanan Kesehatan Mental (ENMESH) itu "adalah pertama kalinya terjadi sebuah organisasi membatalkan sebuah keputusan yang telah disetujui untuk melaksanakan konferensi di Israel." Surat kabar itu menambahkan, "bahwa kampanye untuk memboikot akademisi Israel mungkin mendapatkan daya tarik."

ENMESH, yang memiliki sekitar 400 anggota, memutuskan dalam konferensi pada bulan Juni di Lisbon bahwa pertemuan yang dijadwalkan untuk musim panas 2021 akan berlangsung di Yerusalem.

Namun, dua minggu kemudian, ketua komite eksekutif ENMESH menulis surat kepada anggota dewan organisasi yang bersisi tentang keputusan untuk tidak mengadakan konferensi di Yerusalem.

Mike Slade, seorang profesor di Universitas Nottingham, dilaporkan menjelaskan dalam suratnya bahwa keputusan itu merupakan upaya pengendalian akan adanya kerugian, karena ia telah "menerima keluhan tentang tempat yang dipilih dari beberapa anggota dewan dan mengantisipasi reaksi lebih lanjut."

Slade lebih lanjut mencatat bahwa jika ENMESH "berjalan dengan rencana untuk mengadakan konferensi berikutnya di Israel, hal itu akan

mengantarkannya terlibat dalam kontroversi dan tekanan kampanye boikot hingga dua tahun ke depan."

Menanggapi pembatalan itu, perwakilan Israel di dewan eksekutif, David Roe -seorang profesor psikologi di University of Haifa- memilih mengundurkan diri, seperti halnya sekretaris komite eksekutif, Profesor Jerman Bernd Puschner.

Sementara itu, ketua Asosiasi Rehabilitasi Psikiatri Israel Sylvia Tessler-Lozowick, mengecam pembatalan itu sebagai "sikap politik."

Menanggapi pertanyaan dari Haaretz, Slade menjelaskan bahwa di saat ENMESH awalnya memutuskan untuk mengadakan konferensi 2021 di Israel, “beberapa anggota dewan dari seluruh Eropa khawatir pada lokasi yang dipilih, sementara yang lain mendukung tempat tersebut.”

Setelah berkonsultasi dengan rekan-rekannya, ketua melanjutkan, dia “menyimpulkan bahwa keputusan terbaik untuk ENMESH adalah mengubah rencana.”

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply