The Wall Street Journal: Israel Serang 12 Kapal Tanker Minyak Iran Sejak 2019

Surat kabar tersebut menilai bahwa serangan Israel terhadap kapal tanker minyak Iran merupakan salah satu bentuk kampanye Israel untuk menghadapi kekuatan ekonomi dan militer Iran di wilayah tersebut; mencatat bahwa sejak 2018 Israel telah melakukan ratusan serangan udara, kebanyakannya di Suriah, demi mencegah Iran memperkuat pengaruhnya di Kawasan.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,13 Mar 2021,03:34 PM

New York, SPNA - The American Wall Street Journal mengungkapkan pada Kamis (11/03/2021), bahwa Israel telah menargetkan setidaknya 12 kapal tanker minyak Iran yang menuju Suriah selama satu setengah tahun terakhir.

Dalam laporan berdasarkan pernyataan pejabat AS dan regional, surat kabar tersebut menyatakan bahwa sejak akhir 2019, Israel telah menggunakan senjata, termasuk ranjau laut, untuk menyerang kapal Iran atau kapal yang membawa kargo Iran saat menuju ke Suriah, baik di Laut Merah maupun lautan lain di wilayah tersebut.

Laporan tersebut menyatakan bahwa serangan Israel juga menargetkan kapal kargo Iran yang mengangkut barang lain, termasuk pengiriman senjata. Ia mencatat bahwa sampai saat ini serangan terhadap kapal tanker minyak tersebut tidak terungkap faktanya, sementara para pejabat Iran selalu mengumumkan serangan yang menimpa kapal mereka dan mengaku mencurigai keterlibatan Israel.

Surat kabar tersebut menilai bahwa serangan Israel terhadap kapal tanker minyak Iran merupakan salah satu bentuk kampanye Israel untuk menghadapi kekuatan ekonomi dan militer Iran di wilayah tersebut; mencatat bahwa sejak 2018 Israel telah melakukan ratusan serangan udara, kebanyakannya di Suriah, demi mencegah Iran memperkuat pengaruhnya di Kawasan.

Serangan Israel itu disebut bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan Iran mendapatkan keuntungan dari minyak yang digunakan untuk jual beli senjata di Timur Tengah. Penjualan minyak Iran sendiri terus berlanjut meskipun Iran dan Suriah telah dijatuhkan sanksi oleh pengadilan AS dan internasional.

Laporan tersebut mengklaim bahwa Pengawal Revolusi Iran adalah pihak yang mengontrol pengiriman minyak Iran yang ditujukan ke Suriah, dan bahwa tujuan dari operasi Iran ini adalah untuk membiayai Pengawal Revolusi, menekankan bahwa pengiriman seperti itu bisa menghasilkan ratusan juta dollar per kapal.

Seorang pejabat militer regional mengatakan bahwa demi menghindari bahaya, pengirim minyak Iran seringkali memanipulasi tujuan, menggunakan kapal tanker tua berkarat, dan kadang-kadang mentransfer minyak dari satu kapal ke kapal lain di tengah laut.

Surat kabar Independent melaporkan pada Kamis (11/03/2021), bahwa sebuah kapal dagang Iran terkena rudal di dekat perairan teritorial Suriah.

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply
Posting terakhir