Sekjen PBB: 30% korban perdagangan manusia adalah anak-anak

Antonio Guterres pada Hari Dunia Menentang Perdagangan Manusia mendesak komunitas internasional untuk membawa para penjahat ke pengadilan.

BY adminEdited Wed,31 Jul 2019,11:28 AM

Ankara, SPNA - Anak-anak menjadi yang paling terkena dampak dari perdagangan manusia , Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Selasa (30/07/2019).

"Perdagangan manusia adalah kejahatan keji yang terjadi di sekitar kita. Para korban - 30% di antaranya adalah anak-anak - dikenakan kerja paksa, eksploitasi seksual dan bentuk pelecehan lainnya," kata Guterres dalam sebuah tweet pada kesempatan Hari Dunia Menentang Perdagangan Manusia.

Guterres juga mendesak masyarakat internasional untuk "berbuat lebih banyak untuk membawa para penjahat ke pengadilan, dan membantu para korban membangun kembali kehidupan mereka."

Dalam laporan terbarunya tentang perdagangan manusia, PBB telah mengumpulkan informasi selama 13 tahun terakhir tentang sekitar 700 korban perdagangan manusia untuk pengambilan organ di 25 negara.

“Mayoritas korban diidentifikasi berasal dari Amerika dan di Asia,” kata laporan itu.

"Selain perdagangan domestik dan subregional, negara-negara kaya lebih mungkin menjadi tujuan bagi para korban yang diperdagangkan dari daerah yang lebih jauh," katanya. Ia menekankan bahwa Eropa Barat dan Selatan serta negara-negara di Timur Tengah mencatat jumlah besar korban yang diperdagangkan dari negara lain.

Pada 2013, Majelis Umum PBB telah mengadakan pertemuan tingkat tinggi untuk membahas rencana aksi globalnya. Negara-negara anggota kemudian juga mengadopsi resolusi dan menetapkan 30 Juli sebagai Hari Dunia Menentang Perdagangan Manusia.

(T.RA/S: Anadolu Agency)

leave a reply